Sabtu, 29 September 2012
ABSURD!!!
Bumi, belakangan ini aku sering mendengar orang-orang berbicara dengan se-enak jidatnya menunjuk hidung kita sebagai orang paling bangsat di muka bumi ini. Mereka seolah begitu benci dan marah kepada kita. Entahlah, aku tidak tau apa yang mendasari prinsip mereka sehingga mata mereka begitu nyalang ketika menatap mata kita. Kebaikan memang selalu berada satu level di bawah kejahatan.
ABSURD!!!
Dunia ini penuh dengan omong kosong. Apakah kau percaya dengan pendapatku yang satu ini? Tentu saja kau harus percaya. Bumi, pada waktu jam istirahat, di sudut ruang kelas Sekolah Menengah Kejuruan, seorang siswa ber-inisial (Z) sedang asyik bercerita kepada (U) tentang keburukan-keburukan sahabatnya sendiri (A) yang sudah dia kenal selama belasan tahun. Dia lontarkan semua kebusukan-kebusukan sahabatnya itu dengan penuh amarah dan kebencian. Sementara itu si (A) hanya tersenyum menyaksikan drama itu dari balik tirai kesabaran. Dia berusaha ikhlas dengan apa yang dilakukan sahabatnya tersebut. Tapi yang membuatku terkejut adalah, si (Z) menceritakan semua itu kepada orang yang belum genap 3 tahun mengenalnya. Bumi, Dunia ini memang absurd!!!
Di tempat lain, disudut kota mertropolitan, seorang calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat sedang mengadakan kampanye atas nama pribadinya. Dia menyuarakan tentang banyak hal, tentang persamaan kasta, tentang ideologi negara, perekonomian, politik, kebudayaan, kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi. Dia berteriak, dia berorasi, dia berjanji, dia berusaha terlihat pintar dan cinta rakyat di hadapan orang banyak. Kau tahu bumi, setelah dia berhasil duduk di kursi DPR, dia selalu bertumpang kaki. Menjadikan kata "SETUJU" sebagai satu-satunya amunisi yang dia punya. Menganggap tugas wakil rakyat seperti libur, mewakilkan rakyatnya dengan ngorok di kursi. Menganggap kami bodoh, tak bisa membedakan. Tak ter-elak-kan, keburukan akan tetap ada. Bumi, kita ini tidak bodoh, Bangsa kita berakal budi. Absurd!!!
Bumi, itu hanyalah sebagian contoh kecil ke-absurd-an di dunia ini. Sesungguhnya di luar sana masih sangat banyak ke-absurd-an, baik itu yang terlihat oleh mata maupun yang tak kasat mata.
Sementara itu, di daerah-daerah terpencil dan kumuh masih banyak orang-orang dengan penuh keterbatasan yang sangat antusias untuk menciptakan perubahan. Mereka bekerja keras dan banting tulang agar mampu menciptakan dunia yang kondusif, dunia yang jauh dari ke-munafik-an,dunia yang jauh dari kata ABSURD!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
