Rabu, 29 Agustus 2012
PERALIHAN
Pertama, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada semua teman, rekan, kawan, kerabat, sahabat, dan keluarga yang sudah secara sengaja mengucapkan selamat ulang tahun unuk-ku. Baik itu melalui facebook, twitter, e-mail, sms, maupun bertatap muka secara langsung.
Pada tahun ke-17 sejak keberadaanku di Alam Dunia, semuanya menjadi terasa seperti terlahir kembali. Aku sedang menuju detik-detik peralihan. Ini adalah detik-detik terakhirku untuk berperilaku konyol layaknya Mr. Bean. Bersikap sok romantis seperti Doel Sumbang. Bertutur kata puitis bagai Pablo Neruda. Berkata bijak bak Mario Teguh.. Inilah detik-detik peralihanku menuju ke-dewasas-an, kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang menuntutku untuk bersikap realistis, berpikiran terbuka, bertuturkata santun, pribadi yang bersahaja dan seterusnya..
Tepat di malam peralihan, aku berniat untuk menyaksikannya secara langsung. Oleh karena itu aku telah memutuskan untuk begadang. Suara khas orang mendengkur di sela-sela kehadiran mimpi. Kantong plastik yang terbang terbawa hembusan angin malam. Alunan musik stasiun radio 88,6 fm membunuh dinginnya malam. Sementara itu detik-detik terus berguguran. Aku masih tetap setia menunggu peristiwa sakral yang hanya akan terjadi 1 kali selama aku hidup. Yaaa.. masa peralihan.
00.00-00.01 (28/08/2012-29/08/2012) Inilah masa peralihanku.
Aku segera mendongakkan kepala, lalu menengadahkan telapak tangan. Memanjatkan puji syukur kepada Gusti Mulia Raya Allah SWT atas rahmat dan karunia yang telah diberikan hingga saat ini. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allah Maha Besar..
Saat itu hanya ada aku dan Tuhan-ku, aku merayakan malam peralihanku hanya bersama-Nya, tak ada orang lain. Bagiku merayakan masa peralihan tidak perlu dengan bernyanyi-nyanyi ataupun menyalakan lilin. Cukup dengan berdoa setulus hati, maka Allah akan mengabulkannya. Dan sesungguhnya aku tidak begitu mengerti apa arti ulang tahun. Oleh sebab itu, aku merayakannya hanya di dalam kalbu.
Di usiaku yang ke-17, aku akan terus tumbuh, baik secara fisik maupun mental. Aku akan mengalami banyak hal.. Yang baik dan yang buruk. Semuanya akan terjadi. semuanya akan ku jumpai.
Dan demikianlah caraku menyambut masa peralihanku.
Selamat ulang tahun untuk diriku sendiri.. :)
Sekali lagi aku ingin mengucapkan banyak terimakasih untuk semua pihak yang telah dengan sengaja mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Kalian adalah para individu hebat yang siap menyongsong akan adanya perubahan. Always RESPECT
Sayangilah diri kalian masing-masing..
Allah bless you all
DIAM
Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan saat ini. Mungkin inilah saat dimana aku mengalami titik jenuh di dalam suatu kehidupan. Titik jenuh yang akhirnya menular ke seluruh sel saraf neuron-ku. Oleh karena itu, hal pertama yang akan aku katakan saat ini adalah 'Selamat Datang Kesepianku'. Kau telah memborbardirku dari berbagai arah mata angin, hingga akhirnya aku harus bertekuk lutut di hadapanmu 'Wahai Kesepianku'.
Minggu pagi yang sunyi, sabtu malam yang sepi, senin siang yang terlalu angkuh di terjang terik matahari. Sementara itu ranting-ranting pohon kersen mulai berjatuhan, daun-daun mulai berguguran. Aku tetap saja bergaul dengan kesepianku. Aku tetap saja tegar sekuat batu karang yang mencintai laut lepas. Lalu, kawanan anak muda tetap asyik menyambut kemeriahan malam kelam. Aku tetap saja diam bagai kitab usang.
Menjelma bagai Charlie Caplin. Diselimuti problema dan rasa dahaga. Berbalut tawa yang tak sempat terlaksana. Berselendang sutra yang tak bernyawa. Inilah kesepianku, kesepian yang akhirnya telah mengakar dalam kalbu. Tuhan, bunuhlah kesepianku!
***
Ingatkan Kawan Kita Pernah Saling Memimpikan
Berlari-lari Tuk Wujudkan Kenyataan
Lewati Segala Keterasingan
Lalu Jalan Sempit Yang Tak Pernah Bertuan
Ingatkan Kawan Kita Pernah Berpeluh Cacian
Digerayangi Dan Digeliati Kesepian
Walaupun Sejenak lepas Dari Beban
Tuk lewati Ruang Gelap Yang Teramat Dalam
Hidup Ini Hanya Kepingan
Yang Terasing Di Lautan
Memaksa Kita
Memendam Kepedihan
Tapi Kita Juga Pernah Duduk Bermahkota
Kucup-kucup Mimpi Yang Berubah Jadi Nyata
Dicumbui Harumnya Putik-putik Bunga
Putik Impian Yang Membawa Kita Lupa
***
Lirik lagu Pas Band - Kesepian Kita
Langganan:
Postingan (Atom)

