Sabtu, 08 Desember 2012
ADA APA INI?
Akhir-akhir ini, saya selalu bertanya-tanya pada diri saya sendiri. Apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Negeri ini? aaaah saya bingung.....
Mengapa akhir-akhir ini banyak sekali tindakan kriminal?
Padahal, bukankah negeri kita mempunyai banyak personil keamanaan yang selalu siap siaga kapanpun? Bukankah tugas mereka melayani dan mengayomi masyarakat? Tapi kenyataannya, mengapa mereka selalu pandang bulu? Mengapa mereka bisa dengan mudah membutakan hukum? Mengapa para pejabat yang korupsi uang rakyat mendapatkan ruangan hukuman mirip dengan hotel bintang 5? Mengapa orang miskin yang mencuri sandal bisa dihukum selama 5 tahun di tempat yang kotor, pengap dan bau? Mengapa? Mengapa? Mengapa?
Mengapa orang-orang pintar identik dengan kata PELIT ILMU?
Di kelas saya banyak orang pintar, tapi setiap kali saya ingin belajar kepada mereka, mereka selalu menolak dengan alasan yang beragam. Padahal, bukankah ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang harus kita ajarkan kepada orang lain? Dan, bukankah negara kita membutuhkan banyak orang pintar untuk mengatur pemerintahan? Oh iyaaa, saya lupa, negara kita kan sudah memiliki banyak orang-orang pintar sebagai wakil para rakyatnya. Tapi yang saya tahu, orang-orang pintar yang bertugas sebagai wakil rakyat kebanyakan berujung mendekam di buih, kebanyakan dari mereka sih karena kasus korupsi. Kalau begitu, saya tidak ingin menjadi orang wakil rakyat deh, saya ingin menjadi orang pintar yang pura-pura bodoh saja.
Mengapa saya selalu bingung jika ditanya soal cita-cita?
Sebenarnya bukan cuma saya yang bingung jika ditanya soal cita-cita. Saya pernah bertanya pada salah satu teman saya, "sebenarnya, apa cita-cita kamu?". Kemudian setelah 5 menit, dia menjawab "saya ingin membahagiakan kedua orangtua saya deh". Jawaban yang mulia! Tapi menurut pandangan saya 'membahagiakan kedua orangtua' bukanlah sebuah cita-cita, tapi sebuah kewajiban bagi setiap anak. aaaaahh, saya ingin jadi Tentara saja!
Mengapa negara kita semakin diinjak-injak oleh negara tetangga?
Bukankan dulu pada saat kepemimpinan Pak Karno negara kita sangat disegani? Mengapa saat ini negara kita hanya bisa terdiam? Padahal, negara kita mempunyai kekuatan militer yang solid. Apakah kita harus terus bersabar sampai pulau-pulau kita habis direbut oleh negara tetangga? Apakah jika ingin melakukan perang harus melalui persetujuan seorang Presiden terlebih dahulu? Kalau begitu, tidak usah ada Presiden lagi. Percuma saja memiliki seorang Presiden jika tidak dapat mengambil keputusan. Percuma saja punya kekuatan jika tidak bisa diandalkan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Mengapa orang-orang sangat mudah melakukan perbuatan dosa?
Mengapa TIMNAS kita gagal melaju ke putaran semi final piala AFF 2012?
Mengapa akhir-akhir ini kita seolah kehilangan jati diri kita?
Mengapa kemiskinan di Negeri ini selalu ada?
Mengapa Negeri kita selalu dipenuhi oleh para koruptor?
Mengapa banyak artis yang beralih pekerjaan sebagai anggota partai politik?
aaaaahhh, saya benar-benar bingung!
Rabu, 05 Desember 2012
TANAH SURGA
Bukan lautan hanya kolam susu .. katanya.
Tapi kata Kakekku, hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu.
Kail dan jala cukup menghidupimu .. katanya.
Tapi kata Kakekku, ikan-ikan kita dicuri oleh banyak negara.
Tiada badai tiada topan kau temui .. katanya.
Tapi, kenapa Ayahku tertiup angin ke Malaysia
Ikan dan udang menghampiri dirimu .. katanya.
Tapi kata Kakek, Awas!! ada udang di balik batu.
Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman .. katanya.
Tapi kata Dokter Intel, belum semua rakyatnya sejahtera, banyak pejabat yang menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri.
***
Ya, itu memang benar. Nyatanya Negara kesayangan kita (Indonesia) masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain. Baik dari segi infrastruktur, finansial, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, bahkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Bayangkan saja, orang-orang kaya lebih memilih berlibur ke luar negeri. Padahal masih banyak destinasi di negeri sendiri yang menyimpan keindahan yang tiada duanya.
Intinya, negara kita masih berada dalam kekuasaan para pemimpin-pemimpin keparat yang mengatasnamakan dirinya sebagai "Sang Wakil Rakyat". Kemana saja hasil tambang-tambang emas, intan, dan permata yang kita miliki? Kemana perginya ikan-ikan yang tersebar luas di perairan Indonesia? Kemana larinya anggaran untuk desa-desa terpencil? Dimanakah wujud rasa tanggung jawab pemimpin-pemimpin kita? Rasa Nasionalisme antar sesama pun hilang entah kemana!
Negara kita sudah terlalu banyak mempunyai orang-orang pintar. Pintar korupsi, pintar tebar janji, pintar berorasi, pintar bersembunyi, dan kemudian pergi. Sementara itu, saudara-saudara kita yang berada di perbatasan belum bisa merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Mereka berhak atas kesejahteraan dan kemerdekaan hidup, sama seperti yang kita rasakan saat ini.
Untuk mencari sesuap nasi saja, mereka harus mencari uang di negara tetangga. Banyak masyarakat perbatasan yang berdagang ke Malaysia. Mereka berangkat ke Malaysia di pagi hari, kemudian kembali ke tanah air menjelang sore hari. Mereka juga menggunakan mata uang Ringgit sebagai kesehariannya dalam sistem jual-beli. Produk sehari-hari yang mereka konsumsi pun berasal dari negara tetangga. Jarang sekali mereka menemukan produk-produk dalam negeri. Belum lagi masalah pendidikan yang sangat minim karena ketiadaan tenaga pengajar. Kesehatan pun diacuhkan begitu saja. Seringkali mereka lebih memilih berobat ke rumah sakit Malaysia dibandingkan rumah sakit Indonesia. Alasannya tak lain karena jarak yang terlampau jauh, juga sarana transportasi yang seadanya.
Bahkan sebagian kecil dari mereka rela berganti kewarganegaraan menjadi warga Malaysia, karena mengingat sulitnya hidup di wilayah perbatasan Indonesia. Mereka berfikir bahwa Malaysia lebih makmur jika dibandingkan dengan Indonesia. Namun, sebagian besar dari mereka lebih memilih tetap menjadi warga Negara Indonesia. Mereka selalu siap menjadi sukarelawan penjaga perbatasan negara demi keutuhan NKRI. Bahkan mereka berani mempertaruhkan nyawanya demi Indonesia.
Sungguh ironi keadaan Negeri ini. Aaaah, betapa mulianya mereka di hadapan semesta. Heeeeem, Negeri ini memang lucu. Banyak para pemimpin-pemimpin berdasi yang mendapatkan kesempatan sebagai wakil rakyat dengan harapan semua rakyatnya akan sejahtera, namun mereka menyalahgunakan kepercayaan yang kita berikan demi kepentingan pribadinya. Mereka memang keparat! Sementara mereka, saudara-saudara kita yang berada di perbatasan, tetap saja begitu mulia memendam rasa cinta sebagai Indonesia. Walaupun tidak sebaliknya!
***
Puisi di atas merupakan puisi yang terdapat pada film "TANAH SURGA.. katanya"
Sabtu, 29 September 2012
ABSURD!!!
Bumi, belakangan ini aku sering mendengar orang-orang berbicara dengan se-enak jidatnya menunjuk hidung kita sebagai orang paling bangsat di muka bumi ini. Mereka seolah begitu benci dan marah kepada kita. Entahlah, aku tidak tau apa yang mendasari prinsip mereka sehingga mata mereka begitu nyalang ketika menatap mata kita. Kebaikan memang selalu berada satu level di bawah kejahatan.
ABSURD!!!
Dunia ini penuh dengan omong kosong. Apakah kau percaya dengan pendapatku yang satu ini? Tentu saja kau harus percaya. Bumi, pada waktu jam istirahat, di sudut ruang kelas Sekolah Menengah Kejuruan, seorang siswa ber-inisial (Z) sedang asyik bercerita kepada (U) tentang keburukan-keburukan sahabatnya sendiri (A) yang sudah dia kenal selama belasan tahun. Dia lontarkan semua kebusukan-kebusukan sahabatnya itu dengan penuh amarah dan kebencian. Sementara itu si (A) hanya tersenyum menyaksikan drama itu dari balik tirai kesabaran. Dia berusaha ikhlas dengan apa yang dilakukan sahabatnya tersebut. Tapi yang membuatku terkejut adalah, si (Z) menceritakan semua itu kepada orang yang belum genap 3 tahun mengenalnya. Bumi, Dunia ini memang absurd!!!
Di tempat lain, disudut kota mertropolitan, seorang calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat sedang mengadakan kampanye atas nama pribadinya. Dia menyuarakan tentang banyak hal, tentang persamaan kasta, tentang ideologi negara, perekonomian, politik, kebudayaan, kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi. Dia berteriak, dia berorasi, dia berjanji, dia berusaha terlihat pintar dan cinta rakyat di hadapan orang banyak. Kau tahu bumi, setelah dia berhasil duduk di kursi DPR, dia selalu bertumpang kaki. Menjadikan kata "SETUJU" sebagai satu-satunya amunisi yang dia punya. Menganggap tugas wakil rakyat seperti libur, mewakilkan rakyatnya dengan ngorok di kursi. Menganggap kami bodoh, tak bisa membedakan. Tak ter-elak-kan, keburukan akan tetap ada. Bumi, kita ini tidak bodoh, Bangsa kita berakal budi. Absurd!!!
Bumi, itu hanyalah sebagian contoh kecil ke-absurd-an di dunia ini. Sesungguhnya di luar sana masih sangat banyak ke-absurd-an, baik itu yang terlihat oleh mata maupun yang tak kasat mata.
Sementara itu, di daerah-daerah terpencil dan kumuh masih banyak orang-orang dengan penuh keterbatasan yang sangat antusias untuk menciptakan perubahan. Mereka bekerja keras dan banting tulang agar mampu menciptakan dunia yang kondusif, dunia yang jauh dari ke-munafik-an,dunia yang jauh dari kata ABSURD!!!
Rabu, 29 Agustus 2012
PERALIHAN
Pertama, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada semua teman, rekan, kawan, kerabat, sahabat, dan keluarga yang sudah secara sengaja mengucapkan selamat ulang tahun unuk-ku. Baik itu melalui facebook, twitter, e-mail, sms, maupun bertatap muka secara langsung.
Pada tahun ke-17 sejak keberadaanku di Alam Dunia, semuanya menjadi terasa seperti terlahir kembali. Aku sedang menuju detik-detik peralihan. Ini adalah detik-detik terakhirku untuk berperilaku konyol layaknya Mr. Bean. Bersikap sok romantis seperti Doel Sumbang. Bertutur kata puitis bagai Pablo Neruda. Berkata bijak bak Mario Teguh.. Inilah detik-detik peralihanku menuju ke-dewasas-an, kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang menuntutku untuk bersikap realistis, berpikiran terbuka, bertuturkata santun, pribadi yang bersahaja dan seterusnya..
Tepat di malam peralihan, aku berniat untuk menyaksikannya secara langsung. Oleh karena itu aku telah memutuskan untuk begadang. Suara khas orang mendengkur di sela-sela kehadiran mimpi. Kantong plastik yang terbang terbawa hembusan angin malam. Alunan musik stasiun radio 88,6 fm membunuh dinginnya malam. Sementara itu detik-detik terus berguguran. Aku masih tetap setia menunggu peristiwa sakral yang hanya akan terjadi 1 kali selama aku hidup. Yaaa.. masa peralihan.
00.00-00.01 (28/08/2012-29/08/2012) Inilah masa peralihanku.
Aku segera mendongakkan kepala, lalu menengadahkan telapak tangan. Memanjatkan puji syukur kepada Gusti Mulia Raya Allah SWT atas rahmat dan karunia yang telah diberikan hingga saat ini. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allah Maha Besar..
Saat itu hanya ada aku dan Tuhan-ku, aku merayakan malam peralihanku hanya bersama-Nya, tak ada orang lain. Bagiku merayakan masa peralihan tidak perlu dengan bernyanyi-nyanyi ataupun menyalakan lilin. Cukup dengan berdoa setulus hati, maka Allah akan mengabulkannya. Dan sesungguhnya aku tidak begitu mengerti apa arti ulang tahun. Oleh sebab itu, aku merayakannya hanya di dalam kalbu.
Di usiaku yang ke-17, aku akan terus tumbuh, baik secara fisik maupun mental. Aku akan mengalami banyak hal.. Yang baik dan yang buruk. Semuanya akan terjadi. semuanya akan ku jumpai.
Dan demikianlah caraku menyambut masa peralihanku.
Selamat ulang tahun untuk diriku sendiri.. :)
Sekali lagi aku ingin mengucapkan banyak terimakasih untuk semua pihak yang telah dengan sengaja mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Kalian adalah para individu hebat yang siap menyongsong akan adanya perubahan. Always RESPECT
Sayangilah diri kalian masing-masing..
Allah bless you all
DIAM
Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan saat ini. Mungkin inilah saat dimana aku mengalami titik jenuh di dalam suatu kehidupan. Titik jenuh yang akhirnya menular ke seluruh sel saraf neuron-ku. Oleh karena itu, hal pertama yang akan aku katakan saat ini adalah 'Selamat Datang Kesepianku'. Kau telah memborbardirku dari berbagai arah mata angin, hingga akhirnya aku harus bertekuk lutut di hadapanmu 'Wahai Kesepianku'.
Minggu pagi yang sunyi, sabtu malam yang sepi, senin siang yang terlalu angkuh di terjang terik matahari. Sementara itu ranting-ranting pohon kersen mulai berjatuhan, daun-daun mulai berguguran. Aku tetap saja bergaul dengan kesepianku. Aku tetap saja tegar sekuat batu karang yang mencintai laut lepas. Lalu, kawanan anak muda tetap asyik menyambut kemeriahan malam kelam. Aku tetap saja diam bagai kitab usang.
Menjelma bagai Charlie Caplin. Diselimuti problema dan rasa dahaga. Berbalut tawa yang tak sempat terlaksana. Berselendang sutra yang tak bernyawa. Inilah kesepianku, kesepian yang akhirnya telah mengakar dalam kalbu. Tuhan, bunuhlah kesepianku!
***
Ingatkan Kawan Kita Pernah Saling Memimpikan
Berlari-lari Tuk Wujudkan Kenyataan
Lewati Segala Keterasingan
Lalu Jalan Sempit Yang Tak Pernah Bertuan
Ingatkan Kawan Kita Pernah Berpeluh Cacian
Digerayangi Dan Digeliati Kesepian
Walaupun Sejenak lepas Dari Beban
Tuk lewati Ruang Gelap Yang Teramat Dalam
Hidup Ini Hanya Kepingan
Yang Terasing Di Lautan
Memaksa Kita
Memendam Kepedihan
Tapi Kita Juga Pernah Duduk Bermahkota
Kucup-kucup Mimpi Yang Berubah Jadi Nyata
Dicumbui Harumnya Putik-putik Bunga
Putik Impian Yang Membawa Kita Lupa
***
Lirik lagu Pas Band - Kesepian Kita
Sabtu, 09 Juni 2012
KRITIS
Menjadi seorang pelajar haruslah kritis. (Bapak Sihabudin Arif)
Kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari
beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan
sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan masalah tersebut.
Pak Sihab adalah salah satu guru produktif di sekolahku, ia selalu memberikan wejangan-wejangan bermanfaaat untuk memotivasi murid-muridnya agar menjadi pelajar yang kritis. Kritis bukan berarti harus selalu mengkritik pejabat pemerintahan dan lain sebagainya. Sikap kritis dapat dibangun mulai dari lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
Sayangnya aku terlahir sebagai pemuda pendiam, namun aku yakin bahwa kritis bukan hanya tertuang lewat petuah-petuah yang membuat hati tersayat perih. Aku mengapresiasi sikap kritis lewat racauan-racauan yang aku tulis pada blog pribadiku yang menurut bebagian orang dibilang 'ngga penting' karena alasan klise dan juga ngga terlalu keren buat mereka.
Namun, aku selalu berusaha untuk bersikap kritis bagaikan Plato. Aku selalu berusaha untuk terbebas dari labirin pemikiran dangkalku. Berfikir secara mengakar seperti andromeda. Mentla'ah otak kanan melalui rumus Vektor. Kritis boleh, asalkan jangan rasis.
Racauan ini memang tidaklah penting, maka dari itu abaikan saja!!
DONGENG
Dongeng adalah cerita khayalan atau cerita yang tidak benar- benar terjadi.
Dulu sewaktu aku kecil, seringkali aku mendengarkan dongeng tentang 'Si Kancil', cerita itu dapat membuatku terlelap dengan pulas. Namun seiring pertumbuhanku, aku tak lagi membaca dongang tentang binatang. Aku lebih sering membaca tentang dongeng kehidupan, atau lebih tepatnya sebuah buku atau novel.
Aku pernah mendengar atau lebih tepatnya membaca sebuah dongeng/legenda suci yang di tulis oleh penulis favoritku (Fahd Djibran), Dongeng itu menceritakan tentang rasa kasih sayang seorang Ibu terhadap anaknya. Aku membacanya dengan sangat lirih dan penuh penghayatan. Kebetulan aku membacanya di tengah malam yang sunyi. Baiklah, dari pada kau penasaran, lebih baik aku ceritakan saja :)
Baiklah, sebelum kau memulai semuanya. aku sarankan kau terlebih dahulu membenarkan posisi dudukmu. Buatlah dirimu senyaman mungkin. Aku akan menceritakan hal yang sangat penting dan cukup panjang. Setidaknya kau mesti duduk dengan punggung yang tegak karena aku akan menyampaikan kepadamu sebuah cerita sedih....
Kisah ini terjadi di sebuah tempat bernama Kepingan Senja Alam Rahim. Di sana, sebelum kisah ini terjadi, para bayi tidak menghormati Ibunya. Mereka bahkan memarahinya bahkan membentaknya dengan penuh kebencian. Dengan alasan yang sungguh-sungguh tak bisa dimengerti.
Di Kepingan Senja Alam Rahim ada sbuah tradisi kuno, semacam kebiasaan untuk membuang orang-orang lanjut usia ke tengah Hutan Belantara Alam Rahim yang dipenuhi binatang-binatang buas. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dan dianggap hanya merepotkan saja, dibawa ke tengah hutan yang lebat untuk dibuang dan ditinggalkan di sana, sampai nasib melenyapkannya....
Alkisah, ada seorang anak yang membawa Ibunya yang sudah tua dan tidak berdaya untuk dibuang ke tengah hutan. Ibu ini sudah tua dan tidak berdaya. Bagi anaknya, keberadaannya hanya merepotkan dan membuatnya malu.
Si Anak menggendong Ibunya ke tengah hutan dengan penuh kebencian. Hutan yang lebat dan berbahaya. "Kau perempuan tua yang tak berguna," bisik anak itu dalam hati, "Hanya merepotkan dan membuatku malu saja!" Sepanjang perjalanan, si Ibu hanya terdiam sambil terus-menerus mematahkan ranting-ranting kecil di sepanjang jalan.
Sesampainya di tengah hutan rimba yang lebat dan berbahaya, si anak tersenyum penuh kemenangan. Seseorang yang selama ini merepotkan dan membuatnya malu segera akan hilang dan terbuang, pikirnya.
"Kita sudah sampai, Bu." katanya dingin. "Aku akan meninggalkanmu di sini."
Si Ibu mengangguk lemah.
Diam-diam ada perasaan sedih menyelinap di hati si anak ketika mengucapkan kalimat terakhirnya. Entah mengapa ia menjadi setega ini terhadap Ibunya sendiri.
Si Ibu mengangguk pelan, lalu dengan tatapan penuh kasih ia berkata, "Nak, Ibu sangat mencintai dan mengasihimu. Kaulah kecintaanku, yang akan kusayangi sampai aku mati. Sejak kau kecil. Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang Ibu miliki dengan tulus, sejauh yang Ibu bisa. Hingga detik ini, Ibu selalu menyayangi dan mencintaimu. Dan untuk semua itu, Ibu tak akan meminta balasan apa pun, sedikit pun darimu. Kaulah kecintaanku, dan aku memberikan semuanya secara tulus."
Si anak berusaha menahan dirinya, ia berusaha membuang sedikit pun perasaan yang membuatnya iba. Ia memalingkan wajahnya.
"Pergilah, Nak." kata si Ibu dengan suara yang berat dan hampir terisak, "Ibu tak ingin kau tersesat saat kau pulang nanti dan mendapat celaka di jalan. Hutan adalah tempat berbahaya yang selalu menakutkan, banyak hal yang mungkin terjadi di sini, binatang buas atau racun tumbuhan berbahaya. Maka, sepanjang perjalanan tadi, Ibu mematahkan ranting-ranting ini," si Ibu memperlihatkan ranting-ranting di genggamannya, si anak menatapnya dengan diselungkupi rasa heran, "Aku melakukannya agar setiap pohon yang kupatahkan rantingnya bisa kau jadikan petunjuk yang akan membawamu pulang dengan selamat."
Setelah mendengarkan kata-kata terakhir Ibunya, si anak menatap wajah Ibunya yang tua dan keriput, ada sesuatu yang hadir di antara dirinya dan Ibunya, hingga ia tak bisa menahan tangisnya lagi. Hatinya seolah hancur, mengapa ia begitu tega membuang dan melukai Ibu yang begitu mencintainya? Lututnya ambruk ke tanah, dan ia bersujud sambil menangis meraung-raung di kaki Ibunya. Sejak saat itu, ia bersumpah untuk merawat Ibunya sampai mati. Dengan segala yang terbaik yang ia miliki.
Senin, 21 Mei 2012
MERACAU
me*ra*cau :
1. Berbicara tidak karuan (waktu sakit, demam, dsb); mengigau: sepanjang sakitnya ia ~;
2. Mengeluarkan bunyi secara berulang-ulang tanpa mempunyai arti khusus (pada anak usia 3-12 bulan)
Aku ingin membeli celana Chino Slim berwarna cream di sebuah situs jual beli 'tokobagus.com', namun uangku masih kurang. Oh iya, aku ingin pergi berlibur ke Bali, awalnya aku ingin terbang menggunakan pesawat 'Shukoi SuperJet 100', namun setelah sempat tersiar kabar bahwa Shukoi telah mencium puncak Gunung Salak, aku mengurungkan niat untuk menaikinya, lebih baik aku meminjam 'pintu kemana saja' milik Doraemon agar lebih aman dan cepat. Aku baru ingat, hari ini akan ada ulangan IPS.
Aku akan menyembunyikan seluruh uang yang ada dalam dompetku ke sebuah tempat yang rahasia dan sangat privat, karena setiap akhir pekan biasanya Fauzi meminjam uangku untuk berkencan dengan Lia. Aku sudah melunasi uang kaos futsal, jadi Uri tidak usah repot-repot menagihku.
Hari minggu jalanan sangat sepi. Aku sangat suka lagu yang berjudul 'Bunga'. Tiga hari yang lalu aku mimpi basah. Aku ingin berkencan dengan Sandra. Pak Nana giginya ompong. Sementara itu Aura Kasih semakin bohai saja. Bang Eza belum juga menikah. Bang Bondan, Bang Tito dan Bang Ari sudah memiliki mongmongan. Rangga SMASH semakin mirip banci kuliahan. Pak Raden sedang mencari keadilan atas hak ciptanya.
Aku rindu teman-teman lama, aku rindu keusilan-keusilan yang pernah aku dan kawan-kawanku lakukan. Aku rindu ES Mang Ery. Aku ingin bertemu Pak Fikri. Aku ingin belajar jurus pengendalian angin kepada Avatar Aang. Aku tidak suka Naruto dan DragonBall. Lagu baru Setia Band membuat ibuku sakit gigi. Have An Ice Dream punya lagu baru, tapi belum rekaman, mungkin kurang dana hihi .. Anang Hermansyah tidak pantas menjadi penyanyi, dia lebih cocok kerja di air.
Aku ingin berkunjung ke kediaman Lady Gaga, aku ingin menyuruhnya untuk menggunakan jilbab yang baru saja aku beli di 'Rabbani'. Aku juga akan berkunjung ke rumah Ruhut, aku ingin menyumpal mulut politiknya dengan kain lap. Aku akan meminjam tongkat kepada Donatello TMNT, kemudian akan aku gunakan untuk memukul kepala Houtman Paris yang sangat bengal. Aku lapar, aku ingin makan Kupat Tahu Mang Teddy, aku juga ingin makan Docang Mang Edo. Hari ini aku bolos mandi.
Aku ingin ngupil. Aku ingin bolos pelajaran Bahasa Arab Ibu Muhaimah (MH), aku benar-benar tidak mengerti Bahasa Arab, aku hanya mengerti Bahasa Indonesia dan Bahasa Tubuh saja. Aku ingin membantu Tom untuk menangkap Jerry si tikus lincah.
Aku ingin mencetak foto idolaku dengan ukuran 30R di Samsons Offset And Digital Print, kemudian aku akan pergi ke Jl. Sukalila untuk membeli bingkai foto yang aku inginkan. Aku ingin pergi ke acara BlackBourning part 6, tapi sayangnya 8Ball tidak hadir sebagai bintang tamu, jadi aku memutuskan untuk menonton TV di rumah saja.
Aku benci perokok, aku juga benci oang-orang yang selalu mengomentari penampilanku. Aku ingin menambah berat badan. Fauzi suka sambal buatan ibuku. Wisnu sedang menabung untuk membeli sepeda LowRider. Jenggot Zam-Zami belum di cukur. Pak Supron sedang tidak enak badan. Rifqi sudah mulai berani pacaran. Lebhe agak kurusan. Lidah buayaku sudah habis, aku belum memintanya lagi kepada Uly. Faisal sangat suka 'Film' Jepang. Gilang punya jargon baru. Aku belum mempunyai jam tangan baru. Hari ini ibuku tidak masak, aku harus masak mie instan. Sore ini ada Razia Kendaraan di Pos Polisi Tiga Berlian. Aku tidak suka menggunakan topi. Pemenang Liga Champions 2012 adalah Chelsea FC. Pejabat semakin bangsat. Orang baik semakin tertindas.
Sekarang Tuhan sedang apa??
Tulisan ini sengaja aku buat tidak beraturan. Kalau anda tidak suka dengan tulisan ini, aku sarankan sebaiknya sekarang juga anda pulang ke rumah, masuk kamar, matikan lampu dan tidur.
Oh iya, jangan lupa berdoa!:)
Sudahlah #abaikan
Oh iya, jangan lupa berdoa!:)
Sudahlah #abaikan
Jumat, 18 Mei 2012
MAKHLUK PALING SEMPURNA
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan!
Apakah ada yang pernah mendengar kalimat ini? Tentu saja! Ini adalah kalimat klise yang sering kita dengar ketika khutbah shalat jum'at, tabligh akbar, pengajian dan lain sebagainya. Nyatanya kalimat ini hanyalah fiksi bagi kehidupan manusia. Sekarang ini akhlak dan perilaku manusia sangat jauh dari nilai moral dan etika.
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan!
Sekarang ini kita sedang dilanda krisis kemanusiaan stadium 4. Dosa dan Neraka seperti di abaikan begitu saja. Entah sudah berapa banyak dosa yang telah kita perbuat, mungkin puluhan? ratusan? ribuan? atau bahkan jutaan? Entahlah!
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan!
Awalnya, sejak kedatangannya di muka bumi, manusia diharapkan dapat menjadi khalifah. Seharusnya kita malu karena tidak dapat mempertanggung jawabkan kepercayaan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Kita telah gagal!
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan!
Apakah kita tidak malu mendapatkan jargon yang sebenarnya jauh dari realita hidup kita? Apakah kita tidak malu kepada Tuhan yang telah menciptakan kita?
Andaikan hewan dapat berbicara, mungkin mereka akan protes kepada Tuhan atas tingkah laku umat manusia yang semakin tidak manusiawi.
Mungkin juga, Malaikat akan sedikit tersenyum karena spekulasi mereka benar, bahwa : "manusia hanya akan menyebabkan pertumpahan darah."
Bangsa Setan tidak akan tinggal diam, mungkin mereka akan tertawa terpingkal-pingkal karena hasil kerja kerasnya selama ini berhasil. Setan telah berhasil melubangi keimanan anak cucu Adam.
Jadi, apakah pantas manusia disebut sebagai makhluk tuhan yang paling sempurna??
Senin, 14 Mei 2012
?
Seberapa jauh manusia harus berjalan untuk bisa disebut sebagai manusia? (Fahd Djibran)
Pertanyaan yang menurutku sangat sukar untuk dipahami. Perlu pemahaman yang sangat mendalam dan juga pengetahuan bahasa yang cukup untuk bisa menjawabnya! Menurutku ini adalah pertanyaan yang cerdas, kritis bagaikan media gosip. Aku sendiri jauh dari kata sanggup untuk menjawabnya, aku merasa diriku masih perlu banyak berjalan!
Seberapa jauh manusia harus berjalan untuk bisa disebut sebagai manusia?
Pertanyaan ini layaknya kecaman bagi manusia yang hidup di muka bumi untuk terus-menerus melakukan pencarian, pencarian terhadap kesalahan-kesalahan dalam diri kita masing-masing. Mencoba menghipnotis penjawab agar hanyut dalam perenungan singkat yang mujarab.
Seberapa jauh manusia harus berjalan untuk bisa disebut sebagai manusia?
Mencoba memberikan efek positif bagi kehidupan yang terlanjur karut-marut ini. Mencoba merasuki alam bawah sadar manusia agar terlepas dari sifat Jumawa yang telah mengakar di dalam hati. Mencoba membimbing manusia untuk dapat membunuh Ke-tamak-an yang sangat berlebihan.
Jadi, Seberapa jauh manusia harus berjalan untuk bisa disebut sebagai manusia?
KACAMATA MINUS
Terus terang saja, sebenarnya aku lelah menggunakan kacamata minus. Aku lelah jika setiap hari harus menggunakan kacamata yang hanya membuatku terlihat lemah dan teramat culun. Terlebih, sesekali aku harus mengusap mataku yang mulai berair di sela-sela rutinitasku.
Aku ingin mataku normal seperti dulu, mata yang putih bersih!
Sebenarnya aku lelah jika setiap hari harus membersihkan kacamata minus-ku dari kotoran dan debu. Membersihkan lensanya dalam keadaan basah, mengelapnya dengan sehelai tissue dan menyimpannya dengan baik di dalam case/kotaknya yang berwarna merah maroon.
Aku ingin mataku normal seperti dulu, mata yang putih bersih!
Belum lagi ketika teman-teman mencibirku dengan perkataan yang terkadang membuatku merasa sakit hati. Sebenarnya aku ingin marah, tapi aku bisa apa? Aku hanyalah seorang pemuda yang memiliki keterbatasan penglihatan.
Aku ingin mataku normal seperti dulu, mata yang putih bersih!
Tuhan, mengapa Engkau membiarkanku menderita rabun jauh?
Apakah Engkau marah kepadaku?
Aaaaaahh sudahlah! Mulai sekarang aku harus membuang jauh-jauh rasa kecurigaanku itu.Aku percaya, Tuhan hanya akan memberikan cobaan kepada hambanya yang benar-benar kuat. Karena aku kuat, oleh sebab itu tuhan mencobaku :)
Aku ingin mataku normal seperti dulu, mata yang putih bersih!
Sabtu, 28 April 2012
TAKDIR
Apa yang dimaksud dengan takdir? Apakah takdir manusia bisa dirubah?
Sebenarnya aku tidak begitu mengerti dsoal takdir. Menurutku takdir hanya akan membuat kepalaku pusing ketika memikirkannya. Pernah suatu ketika aku mencari pengertiannya di Internet, tapi semua itu hanya membuat kepalaku sedikit mengeluarkan asap.
Dulu aku pernah mendapatkan tugas dari guruku pada pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), beliau memberikan tugas kepada kelompokku untuk mencari sebuah deskripsi tentang berbagai macam aliran Islam. Dari berbagai macam aliran Islam yang ada, dengan spontan aku tertarik pada 2 aliran yang saling bertolak belakang. Nama alirannya adalah aliran QADARIYAH dan aliran JABARIYAH. Aliran ini saling bersinggungan mengenai intervensi Tuhan terhadap takdir manusia. Baiklah sedikit aku ceritakan tentang aliran tersebut.
Aliran QADARIYAH : Qadariyah berasal dari bahasa arab, yaitu qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan. Adapun menurut pengertian termonologi,
Qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan
manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. Aliran ini berpendapat bahwa
tiap-tiap manusia adalah pencipta bagi segala perbuatannya, ia dapat
berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami
bahwa Qadariyah dipakai untuk nama aliran yang memberi penekanan atas
kebebasan, manusia mempunyai qudrah atau kekuatan
untuk melaksanakan kehendaknya, dan bukan berasal dari pengertian bahwa
manusia harus tunduk pada qadar Tuhan.
Apa yang dimaksud dengan takdir? Apakah takdir manusia bisa dirubah?
Aliran JABARIYAH : Kata Jabariyah berasal dari kata Jabara dalam bahasa Arab yang mengandung arti memaksa dan mengharuskan melakukan sesuatu. Pengertian arti kata secara etimologi diatas telah dipahami bahwa kata
jabara merupakan suatu paksaan di dalam melakukan setiap sesuatu, atau
dengan kata lain ada unsur keterpaksaan. Dapat kita simpulkan bahwa aliran Jabariyah adalah aliran sekelompok
orang yang memahami bahwa segala perbuatan yang mereka lakukan merupakan
sebuah unsur keterpaksaan atas kehendak Tuhan dikarenakan telah
ditentukan oleh qadha’ dan qadar Tuhan. Maka Manusia itu disamakan dengan makluk lain yang sepi dan bebas dari
tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain, manusia itu
diibaratkan benda mati yang hanya bergerak dan digerakkan oleh Allah
Pencipta, sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya.
Aku pusing mendengarnya. Bagaimana dengan kalian?
Lebih baik aku bercerita saja!
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un." demikianlah mantra yang aku rapalkan ketika di suatu subuh mendapati kabar bahwa sepupuku meninggal dunia. Aku terdiam sejenak ketika mendengar kabar itu. Rudi sepupuku, begitu cepat dia pergi. Rudi meninggal dunia dalam suatu pembunuhan sekelompok geng motor. Ia diserang oleh sekelompok geng motor pada malam hari di sebuah jalur pantura, tubuhnya penuh dengan luka akibat bacokan, darah mengalir begitu deras menyelimuti tubuhnya yang tidak berdosa. Tuhan, apakah ini yang dimaksud dengan takdir? Apakah takdir Rudi memang harus meninggal di tangan geng motor?
Setiap kali mendengar berita kematian, kita tercenung. Bila sempat dan teringat, barangkali kita bertanya-tanya : Kapankah giliran kita?
Tuan Izrail adalah dalang dari semua ini, dialah yang memegang kertas skenario Tuhan. Kadang aku berharap bisa melihatnya, mungkin hanya sekedar untuk bercakap-cakap atau bernegosiasi dengannya. Sebab rupanya selama ini hanya dia yang bisa melihatku, mengetahui keberadaanku, sementara tidak sebaliknya. Memang sedikit terdengar tidak adil, tapi sudahlah!
Tuhan, kalau tiba giliranku untuk bertemu dengan Tuan Izrail, aku ingin berdoa sejenak sebagai salam perpisahanku.
"Tuhan, aku bukanlah pemuda yang baik, tetapi apabila ada beberapa kebaikan yang pernah aku kerjakan, dan jika itu memang pantas diberi pahala, ambilah pahalaku! Jika boleh, aku ingin menukarnya dengan kebahagiaan lain untuk kedua orang tuaku, keluargaku, dan orang-orang yang selama ini menyayangiku maupun membenciku. Sayangilah mereka, bahagiakanlah mereka!"
Semoga kau mendengar dan mengabulkan doaku :)
Senin, 02 April 2012
Story Of Senior High School
Nanda, cewek grasak-grusuk yang ngga bisa diem, bawel, tapi baik.
Jessica, cewek jutek, ceroboh, sedikit kasar dan juga menyebalkan.
Rona, cewek polos, ngeyel, punya pendirian dan ngga mau kalah.
Mereka bertiga sudah bersahabat sejak duduk di bangaku Sekolah Menengah Pertama. Segala sesuatunya hampir dilakukan secara bersama-sama, mulai dari mengerjakan tugas sekolah, belanja pakaian, curhat, bahkan pergi ke toilet. Mereka sangat kompak, menerobos lika-liku kehidupan yang sakral dengan sangat tajam bagaikan Trisula milik Rapahael si kura-kura ninja TMNT. Persahabatan mereka terjalin dengan sangat harmonis, mereka sudah saling mengerti karakter satu sama lain, saling bahu-membahu menyatukan pikiran. Sampai pada akhirnya waktu telah menuntun mereka dari masa remaja menuju ke dewasa. Tidak terasa sudah 3 tahun mereka bersahabat, dan tidak lama lagi mereka akan beranjak ke Sekolah Menengah Atas.
"Eh, setelah lulus SMP kalian mau masuk SMA mana?" tanya Rona kepada kedua sahabatnya di suatu hari setelah pulang sekolah.
"Aku masih bingung Ron, aku belum punya pilihan." Jessica mulai berkomentar.
"Kalau menurut aku semua sekolah itu sama, toh intinya sama-sama memberikan pendidikan dan ilmu pengetahuan! Yang terpenting kita harus selalu bersama sampai kapanpun!" Nanda tak ketinggalan mengungkapkan pendapatnya.
Akhirnya mereka sepakat untuk mendaftarkan diri ke sekolah yang sama. Dan ternyata takdir masih mengizinkan mereka untuk bersama lebih lama lagi, al hasil mereka semua diterima, bahkan mereka duduk di kelas yang sama.
Di sekolah yang baru mereka bertemu dengan:
Septi, cewek pendiam, cuek, baik, ramah dan juga sopan.
Irma, cewek cuek yang sedikit centil dan baik.
Suny, cewek anggun, ramah, pendiam dan baik.
Mereka berasal dari latar belakang sekolah yang berbeda
Persahabatan yang dulu hanya beranggotakan 3 orang, kini berubah formasi menjadi genap 6 orang. Mereka bersahabat dengan sangat baik, saling menolong satu sama lain bagaikan semut kecil yang manis. Semuanya berjalan baik-baik saja, tanpa ada halangan sekecil apapun. Suka dan duka mereka selalu jalani bersama, hampir tak ada hal sekecil apapun yang mereka tutup-tutupi, semuanya saling terbuka, mereka sering melakukan sharing. Sampai pada akhirnya ada suatu masalah yang menyebabkan Rona keluar dari kelompok ini.
"Teman, sebenarnya aku ngga mau ambil keputusan ini. Tapi apa boleh buat, tekatku sudah bulat. Aku mau keluar dari kelompok ini, aku merasa pendapatku dengan teman-teman yang lain selalu bersinggungan. Aku memutuskan untuk keluar!" ungkap Rona kepada para sahabatnya. Seketika para sahabatnya sangat terkejut mendengar keputusan Rona.
"Ya sudah, kalau itu memang yang terbaik untuk kamu!" timpal Jessica
Persahabatan memang tidak selalu berjalan mulus seperti skenario film. Persahabatan ibarat sebuah jalan setapak yang dipenuhi dengan kerikil tajam, tanah yang tandus dan lembek, kubangan lumpur dan sebagainya. Terkadang tak lengkap rasanya jika sebuah persahabatan tidak dibumbui oleh intrik permasalahan, ada kalanya kita saling berbeda pendapat. Itu merupakan hal yang sangat wajar!
Tak terasa sudah sangat lama mereka tidak saling bertegur sapa dan memberi kabar, persahabatan mereka seolah membeku dan menggantung.
Akhirnya mereka sadar, bahwa persahabatan lebih penting dari apapun juga. Aku yakin, sebuah persahabatan akan berumur panjang apabila terdapat rasa hormat antara satu sama lain. Persahabatan yang sempat menggantung beku mulai mencair dan mengalir kembali ke dalam darah mereka masing-masing.
"Teman-teman, aku mau minta maaf pada kalian semua. Ngga seharusnya aku mengambil keputusan itu, ngga seharusnya aku mengambil keputusan di saat sedang merasa emosi. Aku benar-benar menyesali perbuatanku tempo hari!" ucap Rona kepada para sahabatnya.
"Kami ngerti koq Ron, kami semua udah maafin kamu sedari dulu" jawab Suny sembari melontarkan senyum.
"Yang dikatakan Suny bener Ron, kami udah maafin kamu. Pintu persahabatan kami selalu terbuka untuk kamu" timpal Irma.
"Makasih temen-temen, kalian emang sahabat terbaik yang pernah aku miliki." ucap Rona sembari tersenyum serta diiringi tetesan air mata kebahagiaan.
Nanda, Jessica, Irma, Suny, Septi, mereka semua tersenyum bahagia, mereka semua terbawa emosi yang berbalut kebahagiaan. Entah bagaimana caranya senyum itu terus menular di antara mereka.
Hidup selalu punya caranya sendiri untuk melobangi kebuntuan.
Ahmad Fauzi
Umeko, aku ingin bercerita kepadamu. Aku ingin bercerita tentang kisah persahabatanku. Tentang aku dan sahabatku, sebut saja dia "ozi", aku biasa memanggilnya demikian. Dia adalah sosok pemuda yang baik, 'lumayan' tampan, smart. Dia memiliki postur tubuh yang bisa dibilang sedikit bantat! Oops sorry ...
Ada suatu hal yang aku tidak sukai dari dia, diantaranya sifatnya yang pelit dan kurang solider. Tapi, itu bukan suatu penghalang bagiku untuk berteman akrab dengannya. Dia pemuda yang ceria, dia mampu mencairkan suasana di saat aku sedang galau, dia mampu menyejukkan hatiku di saat aku sedang emosi, dia mampu menguatkanku di saat aku merasa hidupku tak sehebat yang aku bayangkan. Aku memang sudah berteman sangat baik dengannya, hampir tak ada rahasia sekecil apapun yang kami tutup-tutupi, kami saling terbuka. Persahabatan kami ibarat antara gula dan semut, api dan asap, toples dan tutupnya, anak panah dan busur, tinta dan pena.
Umeko, aku sudah sangat mengerti apa yang ozi suka dan tidak suka, wajar saja, toh aku dan ozi sudah bersahabat sejak 5 tahun yang lalu. Aku masih ingat ketika pertama kali aku berkenalan dengannya.
"Hai, aku Nandang!" kataku kepada ozi dengan diiringi sebuah senyum manis.
"Hai, aku Ozi!" katanya tegas, dia membalas senyumanku.
Umeko, sejujurnya waktu itu aku masih sangat canggung untuk sekedar bercengkramah dengannya. Semua itu berbanding terbalik dengan keadaan yang sekarang, kemana-mana kami selalu bersama, kami sudah saling mengenal karakter satu sama lain.
Umeko, persahabatan kami tidaklah berjalah mulus dengan begitu saja, kami sempat didera permasalahan yang teramat serius. Persahabatan kami sempat tergantung selama kurang lebih 8 bulan dikarenakan suatu masalah yang tidak dapat aku ceritakan kepadamu. 8 bulan bukanlah waktu yang singkat, maklum saja kami berdua memang seorang pemuda yang sangat keras kepala dan tidak mau mengalah.
Umeko, akhirnya kami sadar, bahwa keegoisan bukanlah hal yang berguna dalam suatu persahabatan. Dan kami percaya bahwa hidup akan selalu indah pada waktunya. Sekarang kita udah toyor-toyoran lagi, saling pinjam-meminjam uang dan aaah, aku benar-benar tidak menyangka kalau endingnya akan seindah ini. :)
Senyum manis selalu tecurahkan dariku untukmu wahai sahabatku :)
Sabtu, 31 Maret 2012
SEDIKIT MENYINGGUNG
Dear Bapak Pejabat :)
Pak Pejabat yang terhormat,
Mungkin saat ini Bapak sedang merasakan kebingungan yang tiada tara, semua orang mencibir Bapak dengan kata-kata yang tidak senonoh. Mungkin masyarakat menilai Bapak sebagai orang yang paling bangsat di muka bumi ini, aku juga demikian! Ooops
Aku tidak bisa membayangkan betapa gemetarnya Bapak ketika ribuan buruh dan mahasiswa meraung meminta keadilan? Betapa gugupnya Bapak ketika mereka berhasil menerobos barisan kepolisian? Huuuuuhh, sesungguhnya aku merasa simpati kepada Bapak, aku merasa iba kepada Bapak, kepada istri dan anak-anak Bapak. Mungkin setiap malam Bapak tidak bisa tidur dengan nyenyak karena perasaan bersalah. Apa enaknya hidup penuh harta dan serba kecukupan jika tidur Bapak selalu tidak nyenyak? Apakah Bapak tidak merasa kasihan kepada diri Bapak sendiri?
Bertahun-tahun Bapak memang telah menjadi black list dalam benak masyarakat. Tingkah Bapak memang bervariasi, mulai dari korupsi, bolos rapat, nonton video porno, ngorok di kursi dan masih banyak lagi. Apakah Bapak tidak merasa iba kepada kami? Apakah Bapak tidak merasa simpati kepada anak-anak kami yang kekurangan gizi?
Apakah Bapak tidak pernah berfikir dari mana rumah mewah yang sedang Bapak gunakan untuk mengistirahatkan tubuh Bapak yang penuh dosa itu dibeli? rumah itu dibeli dari uang hasil jerih payah kami Pak. Apakah Bapak tidak pernah tahu dari mana mobil mewah berplat merah yang setiap hari Bapak gunakan untuk pergi ke tempat dugem itu dibeli? mobil itu dibeli dari uang hasil keringat kami Pak. Apakah Bapak tidak pernah berfikir dari mana Bapak mendapatkan belasan rekening gendut yang tersimpan dengan aman dalam dompet Bapak? itupun adalah uang hasil dari memulung kami Pak!
Sesungguhnya Bapak masih bisa memperbaiki citra Bapak yang selama ini sudah dipandang buruk oleh kalangan masyarakat karena tingkah Bapak yang rakus bagaikan tikus jalanan. Menjadi orang baik di dalam lembaga pemerintahan memang tidaklah mudah. Sungguh, aku bisa merasakan apa yang Bapak rasakan. Namun tak ada salahnya jika Bapak bertingkah baik dan tidak mementingkan kepentingan pribadi Bapak yang serba kekurangan. Kami hanya bisa berharap semoga Bapak mendapatkan balasan yang setimpal baik di dunia maupun di akhirat. Semoga kelak disaat anak Bapak sudah besar, dia tidak akan meneruskan riwayat Bapaknya yang sangat tidak terhormat.
Kamis, 29 Maret 2012
4/4 = 1
"Keluarkan kertas 2 lembar! Hari ini ulangan." Kata Pak Mashuri dengan nada santai. Suasana kelas seketika mendadak bergemuruh bagaikan langkah-langkah kawanan pasukan perang. Tanpa rasa ragu, Pak Mashuri kemudian bergegas membuka spidol dan menjilatkannya ke arah papan tulis.
"Kerjakan!" Katanya pendek.
Kami tak punya pilihan lain, mengingat Pak Mashuri adalah salah satu guru killer yang ada di sekolah kami. Dengan wajah penuh kecemasan, kami lantas mengeluarkan kertas dan pulpen dari dalam tas.
"Tidak usah tengok kanan-kiri. Kerjakan semampu kalian!" imbuh Pak Mashuri dengan nada tegas setengah menyindir.
Suasana kelas mendadak suram dan membosankan. Soal yang diberikan tidaklah banyak, hanya satu, tapi jawabannya buseeet banyak amat. Aku mengerjakan soal dengan sangat tenang, karena sebelum ulangan dimulai aku sempat membaca beberapa bagian terpentingnya di buku catatanku.
Tak perlu banyak waktu untuk menyelesaikannya! Jawaban yang sangat singkat, padat, jelas. Aku tidak peduli dengan jawaban yang sesungguhnya, aku merangkumnya dengan sedemikian rupa agar menjadi suatu jawaban yang sangat simple, karena sesungguhnya aku adalah seorang pemuda yang suka dengan segala sesuatu yang simple. Aku menghabiskan sisa waktu ulangan dengan melamun, karena aku merasa sudah ada di atas angan dan aku sangat yakin jawabanku mampu merebut hati Pak Mashuri.
"Kamu sudah selesai?" tanya Pak Mashuri kepadaku. Seketika aku merasa terkejut, suara itu menyeruak menghiasi lamunanku yang kacau.
"Sudah pak!" kataku dengan nada tegas.
"Sini bapak periksa." timpal Pak Mashuri
Kemudian aku bergegas memberikan lembar jawabanku kepada Pak Mashuri. Dengan spontan semua mata seolah tertuju padaku.
Tiba-tiba mataku terbelalak ketika melihat sebuah angka yang tertera pada lembar kerjaku. "4/4 = 1" sungguh, aku tak tahu apa maksud dari semua ini. Apakah ini adalah nilaiku?
Pak Mashuri menatapku dengan mata yang nyalang diliputi amarah dan kekecewaan. Aku tidak berani menatap balik matanya. Mendadak, kepalaku jadi berat. Aku merasa seperti ada beban ratusan kilo yang menghantam dadaku. Aku merasa seperti terjatuh dari lantai 93. Aku merasakan sesak yang begitu mendalam. Apa alasan Pak Mashuri memberiku nilai "4/4 = 1"? Apa maksudnya? Apakah karena jawabanku yang hanya berjumlah 4 baris? Itu adalah beberapa pertanyaan yang ada di benakku saat ini.
Semua yang ada di dalam ruangan tertawa terbahak-bahak. Aku hanya bisa nyengir, kemudian tertunduk malu meratapi diriku yang arrogant. Sekarang aku tahu, kesombongan hanya akan membuatku menjadi pemuda yang tolol. Sungguh, aku sangat menyesal! Tapi aku sadar, semua ini adalah imbalan untuk spekulasiku yang teramat dekil. Aku tidak ingin menjadi seperti seekor Kelinci yang sangat meremehkan sang Kura-kura. Aku tidak ingin menjadi seperti Buaya yang selalu dikadali oleh sang Kancil. Aku tidak ingin menjadi seperti Tom, si kucing pemalas yang tak pernah berhasil menghabisi Jerry si tikus lincah.
Ah, kenapa penyesalan selalu datang belakangan??
JALAN HIDUP
Ketika
hidup menjadi pilihan bagi seseorang, maka sebisa mungkin orang tersebut
bertindak bijak pada pilihannya itu sendiri. Tapi ... aku fikir ketika
seseorang kehilangan orang yang sangat ia sayangi mungkin itu bukanlah sebuah
pilihan melainkan takdir.
Mungkin
kisah hidupku ini lebih berpihak pada takdirku bukan pada pilihan hidup. Takdir
ketika aku harus menerima kenyataan pahit bahwa aku harus kehilangan ayahku
tercinta pada saat usiaku baru 13 tahun, kenyataan yang harus ku terima ketika
ibuku menikah lagi pada saat usai kematian ayahku belum genap satu tahun. Kawan tidakkah bisa kalian rasakan hal yang sama sepertiku? Dulu hidupku tak
seperti ini, aku merasa bahagia ketika semua anggota keluargaku masih lengkap,
ketika aku masih bisa tertawa bersenda gurau bersama ayah dan ibuku, ketika aku
masih bisa menceritakan kejadian lucu yang terjadi pada saat disekolah.
Kawan
apa yang kau rasa dan kau fikir waktu kau menerima sebuah berita memilukan yang
harus kau terima? Bagaimana rasanya ketika pagi hari kau masih bisa melihat
senyum manis penuh kasih sayang dari ayahmu namun ketika siang hari kau tak
pernah melihat senyum penuh kebanggan itu lagi? Meyakitkan sungguh bila kau
pernah merasakannya, belum sempat aku beri hormat pada ayah, belum sempat aku
mencium tangan ayah, belum sempat juga aku mengecup kening ayah untuk yang
terakhir kali, namun ayah sudah terlanjur tertidur lelap dalam dekapan sang ilahi. yaRabb kenapa engkau harus
memisahkan duniaku dengan ayah? Padahal aku masih sangat membutuhkannya. Aku
butuh kasih sayangnya, aku butuh nasihatnya untukku dengar. Ayah, aku rindu ayah ..
Bisakah
tuhan kembalikan ayahku? Bisakah aku bertemu ayahku kembali? Teman bisakah
kau bayangkan bagaimana rasanya ketika teman-temanmu menceritakan tentang
ayahnya dihadapanku? Aku hanya bisa tersenyum ketika semua itu terjadi.
Aku kira itu adalah hal pahit
terakhir yang aku rasakan seumur hidupku, tapi Tuhan punya rencana lain pada hidupku, selang setelah kepergian
ayah, ibu mengajak aku dan kakakku berbicara. Awalnya aku tak mengira bahwa hal
ini akan terjadi, aku kira kehilangan ayah sudah sangat cukup membuatku terlalu
lama terpuruk dalam kesedihan namun semua belum usai, ibu meminta ijin kepada
aku dan kakak untuk menikah lagi. Bu..
ada apa denganmu? Tidak sayangkah kau kepada ayah? Tidak sayangkah kau kepada
aku dan kakak? Aku disini masih
berduka bu, begitu juga kakak, tidakkah ibu merasakan demikian? Sia-sia
kawan, apapun yang aku katakan tak bisa merubah keputusan ibu, katanya ibu
menikah untuk ibadah, membenahi diri apakah dulu ketika bersama ayah ibu masih
kurang berbakti kepada suami. Sebenarnya dulu aku bisa melarang ibu untuk
menikah lagi, namun aku tak boleh egois, ibuku masih muda mungkin beliau masih
sangat butuh sosok pendamping hidup.
Aku coba jalani hidup seperti ini,
hidup dengan ayah tiri? Tentu saja tidak kawan, ya hanya ibulah yang tinggal
bersama ayah tiriku (sebut saja abi, ya karna itulah panggilan ibu kepada orang
yang kini menjadi suaminya). Kini aku dan kakak tinggal bersama nenekku,
entahlah apa yang akan terjadi pada hidupku kedepan jika nenek juga pergi
meninggalkan kami.
Hari-hari kulalui tanpa kedua orang
tua berada disampingku, memang ibu selalu pulang kerumah setiap seminggu sekali,
kalau tidak 2 kali seminggu jika ia tidak sibuk. Lagi, disekolah aku hanya
tersenyum ketika teman-teman bercerita tentang keluarga mereka terutama tentang
ayah dan ibu mereka, temanku ada yang menghujat ayah dan ibu mereka karena
terlalu banyak larangan yang mereka terima dirumah, hai teman andaikan kau rasa
apa yang aku rasa jika nanti orang tuamu pergi.
Jangan sia-siakan
kedua orang tuamu ketika mereka masih ada teman!
Ini adalah racauan teman baikku. Namanya Mar'atus Sholichah
Hidup memang terkadang sulit untuk dijabarkan, apa yang harus kita lakukan ketika hidup hanya memberi kita dua pilihan? Sudahlah, sesungguhnya tidak ada nestapa yang tidak berkesudahan!
Sabtu, 24 Maret 2012
LALAI
Tania, aku heran dengan keadaan manusia sekarang ini, mereka lebih mudah hanyut pada bujuk rayu Tuan Setan ketimbang seruan ALLAH SWT. Entahlah! Aku benar-benar tidak mengerti, apakah ini sinyal pemberitahuan bahwa kiamat sudah semakin dekat? Aku tak tuhu itu. Diluaran sana banyak sekali orang-orang yang mengaku dirinya Islam, namun mereka tidak sungguh-sungguh melaksanakan semua perintahNya, justru mereka lebih sering menentang apa yang dilarangNya.
Kau tidak percaya? Izinkan aku bercerita.
Saat ini kita sedang dan terus-menerus dihadapkan pada banyak masalah kemanusiaan yang meresahkan. Orang-orang makin tidak peduli pada nilai-nilai moral, agama, culture, etika. Mereka telah terperangkap perangai licik Tuan Setan. Pasangan remaja hanyut dalam balutan musik disco, sekelompok anak di bawah umur merayakan pesta minuman keras di sebuah rumah kost, para tante-tante rutin melakukan arisan berondong bagaikan binatang yang tidak mampu menahan gairah seksnya, remaja SMU mendatangi sebuah tempat praktek aborsi bersama seorang guru lelakinya yang sudah berkepala tiga. STOOOOP! Hentikan semua kemaksiatan ini, sekarang adalah waktunya untuk kita kembali ke jalan Sang Ilahi. Menengadahkan tangan, mendongakkan kepala ke arah langit luas, mohonlah ampunan kepada Gusti ALLAH!
Mungkin memang sudah kodrat Tuan Setan untuk terus-menerus menggoda keimanan anak cucu Adam AS, namun sekiranya kita dapat menahannya apabila kita dibekali dengan keimanan serta keyakinan yang kuat kepada ALLAH. Toh Tuan Setan hanya bertugas membisikkan keburukan-keburukan saja, sisanya adalah hasil dari kreasi manusia itu sendiri.
Tania, sejujurnya aku rindu pada masa kecilku, aku rindu ketika saat-saat aku belajar mengaji. Wajah penuh keceriaan, rasa semangat yang begitu menggebuh-gebuh untuk sesegera mungkin menghatamkan Iqra dan beralih ke Juz Amma. Ya, masa lalu tetaplah masa lalu, semua itu berbanding terbalik dengan keadaanku saat ini. Mungkin bisa dibilang hanya seminggu sekali aku membuka Kitab Suci Al-Qur'an, itupun hanya sekedar untuk melantunkan Surat Yaasin. Entah mengapa ada semacam rayuan busuk yang terus meracuni pikiranku agar aku terjerumus ke arah sisi negatif kehidupan.
"Ngapain loe cape-cape ngaji? mendingan juga nonton tv, acaranya seru bro, Barca Vs Madrid!" bisik Tuan Setan kepadaku pada suatu malam Jum'at.
Ini rayuan yang cukup membuatku bimbang, akhirnya lambat laun bisikan itu telah menguasai pikiranku, aku tak bisa berbuat banyak, karena sesungguhnya imanku juga masih sangat dangkal.
Tapi, aku berjanji akan mengintrospeksi diri, aku akan lebih mendekatkan diri kepada Gusti ALLAH, aku akan labih mematuhi ajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
SEMOGA!!
SOMEONE SUPERSTAR
Kali ini aku akan bercerita tentang seseorang, atau mungkin lebih tepatnya tentang sekelompok orang. Ini ada sangkut-pautnya dengan dunia musik. Mungkin mereka bisa disebut sebagai musisi, aku lebih suka menyebutnya sebagai musisi kreatif. Mereka tergabung dalam proyek musik kolaborasi antara musisi bernama Bondan Prakoso a.k.a Mr. B yang juga dikenal oleh publik sebagai pemain bass yang handal dan berbakat, yang juga mantan pemain bass di band Streaming Funk disebut Funky Kopral dan sebuah grup Hip-Hop bernama Fade2Black yang beranggotakan Tito Budidwinanto a.k.a TitzG, Danial Rajab Fahreza a.k.a Lezzano, dan Ardaninggar Nazir a.k.a Santoz Ariego. Mereka mengusung jenis musik Rap. Mungkin di Indonesia jenis musik ini masih menjadi minoritas di kalangan masyarakatnya. Mereka mengajarkanku tentang berbagai macam hal lewat lagu-lagunya yang bervariasi. Lagu mereka lebih berkiblat ke kehidupan nyata, tidak melulu soal percintaan. Mereka orang-orang hebat. Yaa, aku dapat merasakannya! Mereka seolah-olah meneriakkan kehidupan yang sesungguhnya, kehidupan yang tidak dipenuhi dengan kepura-puraan. Aku sangat terkesan!!
Ini cerita tentang 4 pemuda kreatif, yang mampu membawa perubahan bagi kehidupan banyak orang. Mungkin nama mereka tidak sepopuler Ahmad Dhani, Agnes Monica, Melly Goeslaw ataupun sang maestro Gesang (alm), tapi aku yakin dan percaya bahwa suatu saat nanti mereka akan terbang tinggi mengepakkan sayap-sayapnya untuk mengarungi indahnya lautan awan biru, dan yang pasti mereka mampu membuatku menjadi orang yang lebih memaknai arti kehidupan. Mereka mengajarkan banyak hal tentang musik, mereka mengajarkanku untuk mencintai musik Rap, mereka juga mengajariku untuk mencintai musik Keroncong, musik Rock, Heavy Metal, Cha-Cha, Jazz, Lounge, Ballads, Reggae, Ska, Big Band, Funk dan masih banyak lagi. Tidak melulu soal musik, mereka juga mengajariku untuk bersikap tawakal, berani, setia, menghargai perbedaan. Mereka adalah Motivator Super bagiku, atau bahkan bagi semua orang.
Tiba-tiba aku teringat pada tanggal 25 Februari 2012, bisa dibilang itu adalah tanggal yang cukup bersejarah dalam kehidupanku. Saat itu mereka datang ke kotaku untuk mengadakan konser di sebuah pusat perbelanjaan. Sebelumnya kami mengadakan meet & greet terlebih dulu. Mereka memang sudah keempat kalinya datang ke kotaku, tapi baru pertama kali ini mengadakan meet & greet. Aku sangat antusias mengikutinya, entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang mengusik pikiranku, ini semacam rasa kangen yang begitu mendalam. Ketika itu, mereka duduk di sebuah sofa berwarna cokelat yang menghadap ke arah para fans mereka yang hadir. Aku duduk bersila di barisan tengah yang hanya beralaskan sebuah tikar, karena mengingat tempatnya yang sangat sederhana. Tapi keterbatasan tempat tidak lantas membuat semangatku kendur. Sesekali aku melihat arloji yang melekat di tangan kiriku, waktu telah menunjukan pukul 18.30. Sebagian fans sudah merasa sangat lelah. Aku pun begitu!
Badanku sudah bau asem, keringat telah membanjiri sekujur tubuhku, wajah yang dekil, rambut yang lepek, kaki keriput yang hanya beralaskan sepatu penuh debu. Sebagian besar fans yang datang mengenakan kaos berwarna hitam. Aku juga! Seketika aku dibuat melongo ketika mereka menjawab beberapa pertanyaan yang para fans lontarkan secara bergiliran. Aku terkesan dengan bahasa tubuh yang mereka perlihatkan, penjelasan yang sangat menusuk pada titik pertanyaan. Tutur kata yang sangat intelektual dan berpendidikan, aku kagum kepada mereka, mereka orang hebat! Aku hanya memperhatikan mereka, tersenyum kegum mendengarkan kisah hebat dari orang-orang yang luar biasa seperti mereka. Sesekali aku mengusap keringat di dahiku yang mengalir begitu deras bagaikan arus Niagara.
Bukan cuma musik yang bagus, lirik yang bagus, karya yang bagus, kesuksesan juga soal bagaimana seseorang menjalani dan menjalankan semuanya. Lagu mereka bukan hanya sekedar kumpulan lagu biasa yang membuat pendengarnya tertawa bahagia, menangis sedih, terharu, marah, atau respons emosional lainnya yang picisan. Lagu mereka semacam virus yang ingin ditularkan dan ditanamkan pada pikiran pendengarnya. Virus yang pada saatnya akan bertunas, tumbuh, mengakar, hingga menjadi akal budi, perilaku, kebiasaan, budaya, atau bahkan peradaban dunia. Tak Tertolak! Mereka mampu menjadi peran aktif yang membawa sinyal positif pada kepribadian diriku. Sebuah dedikasi dan persembahan yang penuh arti. Aku tidak akan berpaling ke lain hati, hatiku hanya untuk mereka semata, sampai kapanpun aku akan tetap menghormati dan menghargai karya-karya mereka. Kelak disaat aku sudah tua dan mempunyai banyak anak dan cucu, aku akan menceritakan kedahsyatan mereka kepada anak dan cucuku.
Senin, 19 Maret 2012
INI LAGUKU
Kehidupan memang terkadang identik dengan sebuah lagu, atau mungkin justru sebaliknya lagu yang identik dengan kehidupan. Aku tidak tahu persis tentang yang satu ini, karena sesungguhnya aku tidak terlalu mengerti soal musik. Baiklah biarkan aku bernyanyi terlebih dahulu :)
Dengar resapi camkan dan jangan berhenti
Kar’na sebuah pertanyaan perlahan menghampiri
Mendekat dan merusak sistem kerja otak kiri
Setiap detik bergetar, menusuk-nusuk di hati
Kembali teringat raut wajahmu di angan
Taburan cinta mengikuti sebuah senyuman
Tapi dalam hati ini tak bisa ungkapkan
Nyaliku menciut, terlalu siang ‘tuk diucapkan
Sekali lagi ku ingin kau mengerti
Rasa cinta ini sungguh sangat menyakiti
Tapi, ku hanya makhluk yang tidak bermateri
Dipandang sebelah mata, tak punya reputasi
Ini adalah lagu kesukaanku, judulnya BUNGA milik Bondan Prakoso & Fade2Black, entah mengapa setiap aku mendengarnya ada sesuatu yang masuk menerobos ke dalam hatiku. Aku tidak mengerti, mungkin karena liriknya yang maha dahsyat tajam bagaikan pisau belati, atau mungkin karena aransemen-nya yang sangat menyentuh. Hampir setiap hari aku mendengarkan lagu yang satu ini, tapi setiap kali aku merasa bosan, justru aku semakin larut dalam setiap ketukan iramanya. Sudahlah, biarkan aku meneruskan nyanyianku terlebih dulu
Ingin sekali ku katakan “aku suka padamu”
Namun cinta ini siksa jika ku gak ada kamu
Hendak jiwa ‘kan mengikatmu di sisi
Namun berat ‘tuk mengucap, cukup untuk ku kagumi
A B C D, ku harap kau mengerti
Semua ini bukan cerita narasi deskripsi
Hanya perasaan suka namun sulit hati berkata
Bukan fiktif, sedikit naif, hanya sebuah realita
Cinta ini derita, ku harap kau juga merasa
Apa yg ku rasa tanpa banyak tanda tanya
Rasa ini fakta, selektif bukan posesif
Ku tak ingin berdusta, ku cinta kau bunga
Lagu ini seperti sedang menggambarkan cerita hidupku, aku sangat salut kepada penciptanya. Lagu ini mampu menaklukan kerasnya hatiku, tidak biasanya aku menjadi melankolis ketika mendengarkan sebuah lagu, tapi lagu ini mampu! Lagu ini dirilis pada tahun 2005, sejak awal kemunculannya di blantika musik Indonesia, aku dengan secara spontan langsung menyukainya.
Apa arti cinta, kala viagra bagai sebuah media
Cinta pelepas birahi tanpa ada ikatan jiwa dan raga
Memang gila aku dan kalian semua berbeda,
pandangan kita tak ‘kan pernah sama
Melirik arti cinta hanya dengan pandangan sebelah mata
Tak seorangpun berani menuduhku, bahkan memvonis diriku salah
Karena apa yang ku cari dan ku rasa, tak menghasilkan apa-apa
Karena cinta, tercipta, sebagai pemuas nafsu belaka
Tak ‘kan mengerti arti cinta
Dan kau hanyalah… bunga
Lagu ini selalu menempati chart pertama pada playlist galau hidupku, entah mengapa sampai saat ini belum ada lagu lain yang mampu mendepaknya. aku sangat hafal setiap detail liriknya. Liriknya yang sangat puitis mampu menyuruhku untuk memejamkan mata, apalagi aku mendengarkannya di suatu malam yang sunyi, aaaahh tak bisa dibayangkan. Tak tertolak!
Seakan mataku tertutup
Ku ingin cinta ini dapat kau sambut
Harapkan p’rasaan ini kau tahu
Sungguh ku ingin kau jadi milikku
Aku teringat pada massa remajaku, ketika aku menyukai seorang wanita, tetapi aku tidak berani mengatakannya karena mengingat aku bukanlah anak orang berada, aku tak punya apa-apa, aku mencintainya atas dasar cinta yang tulus. Lagu ini yang menjadi pengiring kesedihanku!
Aku masih ingat itu! :)
Langganan:
Postingan (Atom)



















