Tania, aku heran dengan keadaan manusia sekarang ini, mereka lebih mudah hanyut pada bujuk rayu Tuan Setan ketimbang seruan ALLAH SWT. Entahlah! Aku benar-benar tidak mengerti, apakah ini sinyal pemberitahuan bahwa kiamat sudah semakin dekat? Aku tak tuhu itu. Diluaran sana banyak sekali orang-orang yang mengaku dirinya Islam, namun mereka tidak sungguh-sungguh melaksanakan semua perintahNya, justru mereka lebih sering menentang apa yang dilarangNya.
Kau tidak percaya? Izinkan aku bercerita.
Saat ini kita sedang dan terus-menerus dihadapkan pada banyak masalah kemanusiaan yang meresahkan. Orang-orang makin tidak peduli pada nilai-nilai moral, agama, culture, etika. Mereka telah terperangkap perangai licik Tuan Setan. Pasangan remaja hanyut dalam balutan musik disco, sekelompok anak di bawah umur merayakan pesta minuman keras di sebuah rumah kost, para tante-tante rutin melakukan arisan berondong bagaikan binatang yang tidak mampu menahan gairah seksnya, remaja SMU mendatangi sebuah tempat praktek aborsi bersama seorang guru lelakinya yang sudah berkepala tiga. STOOOOP! Hentikan semua kemaksiatan ini, sekarang adalah waktunya untuk kita kembali ke jalan Sang Ilahi. Menengadahkan tangan, mendongakkan kepala ke arah langit luas, mohonlah ampunan kepada Gusti ALLAH!
Mungkin memang sudah kodrat Tuan Setan untuk terus-menerus menggoda keimanan anak cucu Adam AS, namun sekiranya kita dapat menahannya apabila kita dibekali dengan keimanan serta keyakinan yang kuat kepada ALLAH. Toh Tuan Setan hanya bertugas membisikkan keburukan-keburukan saja, sisanya adalah hasil dari kreasi manusia itu sendiri.
Tania, sejujurnya aku rindu pada masa kecilku, aku rindu ketika saat-saat aku belajar mengaji. Wajah penuh keceriaan, rasa semangat yang begitu menggebuh-gebuh untuk sesegera mungkin menghatamkan Iqra dan beralih ke Juz Amma. Ya, masa lalu tetaplah masa lalu, semua itu berbanding terbalik dengan keadaanku saat ini. Mungkin bisa dibilang hanya seminggu sekali aku membuka Kitab Suci Al-Qur'an, itupun hanya sekedar untuk melantunkan Surat Yaasin. Entah mengapa ada semacam rayuan busuk yang terus meracuni pikiranku agar aku terjerumus ke arah sisi negatif kehidupan.
"Ngapain loe cape-cape ngaji? mendingan juga nonton tv, acaranya seru bro, Barca Vs Madrid!" bisik Tuan Setan kepadaku pada suatu malam Jum'at.
Ini rayuan yang cukup membuatku bimbang, akhirnya lambat laun bisikan itu telah menguasai pikiranku, aku tak bisa berbuat banyak, karena sesungguhnya imanku juga masih sangat dangkal.
Tapi, aku berjanji akan mengintrospeksi diri, aku akan lebih mendekatkan diri kepada Gusti ALLAH, aku akan labih mematuhi ajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
SEMOGA!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar