Sabtu, 24 Maret 2012

SOMEONE SUPERSTAR


Kali ini aku akan bercerita tentang seseorang, atau mungkin lebih tepatnya tentang sekelompok orang. Ini ada sangkut-pautnya dengan dunia musik. Mungkin mereka bisa disebut sebagai musisi, aku lebih suka menyebutnya sebagai musisi kreatif. Mereka tergabung dalam proyek musik kolaborasi antara musisi bernama Bondan Prakoso a.k.a Mr. B yang juga dikenal oleh publik sebagai pemain bass yang handal dan berbakat, yang juga mantan pemain bass di band Streaming Funk disebut Funky Kopral dan sebuah grup Hip-Hop bernama Fade2Black yang beranggotakan Tito Budidwinanto a.k.a TitzG, Danial Rajab Fahreza a.k.a Lezzano, dan Ardaninggar Nazir a.k.a Santoz Ariego. Mereka mengusung jenis musik Rap. Mungkin di Indonesia jenis musik ini masih menjadi minoritas di kalangan masyarakatnya. Mereka mengajarkanku tentang berbagai macam hal lewat lagu-lagunya yang bervariasi. Lagu mereka lebih berkiblat ke kehidupan nyata, tidak melulu soal percintaan. Mereka orang-orang hebat. Yaa, aku dapat merasakannya! Mereka seolah-olah meneriakkan kehidupan yang sesungguhnya, kehidupan yang tidak dipenuhi dengan kepura-puraan. Aku sangat terkesan!!


Ini cerita tentang 4 pemuda kreatif, yang mampu membawa perubahan bagi kehidupan banyak orang. Mungkin nama mereka tidak sepopuler Ahmad Dhani, Agnes Monica, Melly Goeslaw ataupun sang maestro Gesang (alm), tapi aku yakin dan percaya bahwa suatu saat nanti mereka akan terbang tinggi mengepakkan sayap-sayapnya untuk mengarungi indahnya lautan awan biru, dan yang pasti mereka mampu membuatku menjadi orang yang lebih memaknai arti kehidupan. Mereka mengajarkan banyak hal tentang musik, mereka mengajarkanku untuk mencintai musik Rap, mereka juga mengajariku untuk mencintai musik Keroncong, musik Rock, Heavy Metal, Cha-Cha, Jazz, Lounge, Ballads, Reggae, Ska, Big Band, Funk dan masih banyak lagi. Tidak melulu soal musik, mereka juga mengajariku untuk bersikap tawakal, berani, setia, menghargai perbedaan. Mereka adalah Motivator Super bagiku, atau bahkan bagi semua orang.

Tiba-tiba aku teringat pada tanggal 25 Februari 2012, bisa dibilang itu adalah tanggal yang cukup bersejarah dalam kehidupanku. Saat itu mereka datang ke kotaku untuk mengadakan konser di sebuah pusat perbelanjaan. Sebelumnya kami mengadakan meet & greet terlebih dulu. Mereka memang sudah keempat kalinya datang ke kotaku, tapi baru pertama kali ini mengadakan meet & greet. Aku sangat antusias mengikutinya, entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang mengusik pikiranku, ini semacam rasa kangen yang begitu mendalam. Ketika itu, mereka duduk di sebuah sofa berwarna cokelat yang menghadap ke arah para fans mereka yang hadir. Aku duduk bersila di barisan tengah yang hanya beralaskan sebuah tikar, karena mengingat tempatnya yang sangat sederhana. Tapi keterbatasan tempat tidak lantas membuat semangatku kendur. Sesekali aku melihat arloji yang melekat di tangan kiriku, waktu telah menunjukan pukul 18.30. Sebagian fans sudah merasa sangat lelah. Aku pun begitu!

Badanku sudah bau asem, keringat telah membanjiri sekujur tubuhku, wajah yang dekil, rambut yang lepek, kaki keriput yang hanya beralaskan sepatu penuh debu. Sebagian besar fans yang datang mengenakan kaos berwarna hitam. Aku juga! Seketika aku dibuat melongo ketika mereka menjawab beberapa pertanyaan yang para fans lontarkan secara bergiliran. Aku terkesan dengan bahasa tubuh yang mereka perlihatkan, penjelasan yang sangat menusuk pada titik pertanyaan. Tutur kata yang sangat intelektual dan berpendidikan, aku kagum kepada mereka, mereka orang hebat! Aku hanya memperhatikan mereka, tersenyum kegum mendengarkan kisah hebat dari orang-orang yang luar biasa seperti mereka. Sesekali aku mengusap keringat di dahiku yang mengalir begitu deras bagaikan arus Niagara.

Bukan cuma musik yang bagus, lirik yang bagus, karya yang bagus, kesuksesan juga soal bagaimana seseorang menjalani dan menjalankan semuanya. Lagu mereka bukan hanya sekedar kumpulan lagu biasa yang membuat pendengarnya tertawa bahagia, menangis sedih, terharu, marah, atau respons emosional lainnya yang picisan. Lagu mereka semacam virus yang ingin ditularkan dan ditanamkan pada pikiran pendengarnya. Virus yang pada saatnya akan bertunas, tumbuh, mengakar, hingga menjadi akal budi, perilaku, kebiasaan, budaya, atau bahkan peradaban dunia. Tak Tertolak! Mereka mampu menjadi peran aktif yang membawa sinyal positif pada kepribadian diriku. Sebuah dedikasi dan persembahan yang penuh arti. Aku tidak akan berpaling ke lain hati, hatiku hanya untuk mereka semata, sampai kapanpun aku akan tetap menghormati dan menghargai karya-karya mereka. Kelak disaat aku sudah tua dan mempunyai banyak anak dan cucu, aku akan menceritakan kedahsyatan mereka kepada anak dan cucuku.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar