Sabtu, 31 Maret 2012

SEDIKIT MENYINGGUNG


Dear Bapak Pejabat :)

Pak Pejabat yang terhormat,
Mungkin saat ini Bapak sedang merasakan kebingungan yang tiada tara, semua orang mencibir Bapak dengan kata-kata yang tidak senonoh. Mungkin masyarakat menilai Bapak sebagai orang yang paling bangsat di muka bumi ini, aku juga demikian! Ooops

Aku tidak bisa membayangkan betapa gemetarnya Bapak ketika ribuan buruh dan mahasiswa meraung meminta keadilan? Betapa gugupnya Bapak ketika mereka berhasil menerobos barisan kepolisian? Huuuuuhh, sesungguhnya aku merasa simpati kepada Bapak, aku merasa iba kepada Bapak, kepada istri dan anak-anak Bapak. Mungkin setiap malam Bapak tidak bisa tidur dengan nyenyak karena perasaan bersalah. Apa enaknya hidup penuh harta dan serba kecukupan jika tidur Bapak selalu tidak nyenyak? Apakah Bapak tidak merasa kasihan kepada diri Bapak sendiri?

Bertahun-tahun Bapak memang telah menjadi black list dalam benak masyarakat. Tingkah Bapak memang bervariasi, mulai dari korupsi, bolos rapat, nonton video porno, ngorok di kursi dan masih banyak lagi. Apakah Bapak tidak merasa iba kepada kami? Apakah Bapak tidak merasa simpati kepada anak-anak kami yang kekurangan gizi?
Apakah Bapak tidak pernah berfikir dari mana rumah mewah yang sedang Bapak gunakan untuk mengistirahatkan tubuh Bapak yang penuh dosa itu dibeli? rumah itu dibeli dari uang hasil jerih payah kami Pak. Apakah Bapak tidak pernah tahu dari mana mobil mewah berplat merah yang setiap hari Bapak gunakan untuk pergi ke tempat dugem itu dibeli? mobil itu dibeli dari uang hasil keringat kami Pak. Apakah Bapak tidak pernah berfikir dari mana Bapak mendapatkan belasan rekening gendut yang tersimpan dengan aman dalam dompet Bapak? itupun adalah uang hasil dari memulung kami Pak!

Sesungguhnya Bapak masih bisa memperbaiki citra Bapak yang selama ini sudah dipandang buruk oleh kalangan masyarakat karena tingkah Bapak yang rakus bagaikan tikus jalanan. Menjadi orang baik di dalam lembaga pemerintahan memang tidaklah mudah. Sungguh, aku bisa merasakan apa yang Bapak rasakan. Namun tak ada salahnya jika Bapak bertingkah baik dan tidak mementingkan kepentingan pribadi Bapak yang serba kekurangan. Kami hanya bisa berharap semoga Bapak mendapatkan balasan yang setimpal baik di dunia maupun di akhirat. Semoga kelak disaat anak Bapak sudah besar, dia tidak akan meneruskan riwayat Bapaknya yang sangat tidak terhormat.

Kamis, 29 Maret 2012

4/4 = 1


"Keluarkan kertas 2 lembar! Hari ini ulangan." Kata Pak Mashuri dengan nada santai. Suasana kelas seketika mendadak bergemuruh bagaikan langkah-langkah kawanan pasukan perang. Tanpa rasa ragu, Pak Mashuri kemudian bergegas membuka spidol dan menjilatkannya ke arah papan tulis.

"Kerjakan!" Katanya pendek.

Kami tak punya pilihan lain, mengingat Pak Mashuri adalah salah satu guru killer yang ada di sekolah kami. Dengan wajah penuh kecemasan, kami lantas mengeluarkan kertas dan pulpen dari dalam tas.

"Tidak usah tengok kanan-kiri. Kerjakan semampu kalian!" imbuh Pak Mashuri dengan nada tegas setengah menyindir.

Suasana kelas mendadak suram dan membosankan. Soal yang diberikan tidaklah banyak, hanya satu, tapi jawabannya buseeet banyak amat. Aku mengerjakan soal dengan sangat tenang, karena sebelum ulangan dimulai aku sempat membaca beberapa bagian terpentingnya di buku catatanku.

Tak perlu banyak waktu untuk menyelesaikannya! Jawaban yang sangat singkat, padat, jelas. Aku tidak peduli dengan jawaban yang sesungguhnya, aku merangkumnya dengan sedemikian rupa agar menjadi suatu jawaban yang sangat simple, karena sesungguhnya aku adalah seorang pemuda yang suka dengan segala sesuatu yang simple. Aku menghabiskan sisa waktu ulangan dengan melamun, karena aku merasa sudah ada di atas angan dan aku sangat yakin jawabanku mampu merebut hati Pak Mashuri.

"Kamu sudah selesai?" tanya Pak Mashuri kepadaku. Seketika aku merasa terkejut, suara itu menyeruak menghiasi lamunanku yang kacau.

"Sudah pak!" kataku dengan nada tegas.

"Sini bapak periksa." timpal Pak Mashuri

Kemudian aku bergegas memberikan lembar jawabanku kepada Pak Mashuri. Dengan spontan semua mata seolah tertuju padaku.

Tiba-tiba mataku terbelalak ketika melihat sebuah angka yang tertera pada lembar kerjaku. "4/4 = 1" sungguh, aku tak tahu apa maksud dari semua ini. Apakah ini adalah nilaiku?

Pak Mashuri menatapku dengan mata yang nyalang diliputi amarah dan kekecewaan. Aku tidak berani menatap balik matanya. Mendadak, kepalaku jadi berat. Aku merasa seperti ada beban ratusan kilo yang menghantam dadaku. Aku merasa seperti terjatuh dari lantai 93. Aku merasakan sesak yang begitu mendalam. Apa alasan Pak Mashuri memberiku nilai "4/4 = 1"? Apa maksudnya? Apakah karena jawabanku yang hanya berjumlah 4 baris? Itu adalah beberapa pertanyaan yang ada di benakku saat ini.

Semua yang ada di dalam ruangan tertawa terbahak-bahak. Aku hanya bisa nyengir, kemudian tertunduk malu meratapi diriku yang arrogant. Sekarang aku tahu, kesombongan hanya akan membuatku menjadi pemuda yang tolol. Sungguh, aku sangat menyesal! Tapi aku sadar, semua ini adalah imbalan untuk spekulasiku yang teramat dekil. Aku tidak ingin menjadi seperti seekor Kelinci yang sangat meremehkan sang Kura-kura. Aku tidak ingin menjadi seperti Buaya yang selalu dikadali oleh sang Kancil. Aku tidak ingin menjadi seperti Tom, si kucing pemalas yang tak pernah berhasil menghabisi Jerry si tikus lincah.

Ah, kenapa penyesalan selalu datang belakangan??

JALAN HIDUP


Ketika hidup menjadi pilihan bagi seseorang, maka sebisa mungkin orang tersebut bertindak bijak pada pilihannya itu sendiri. Tapi ... aku fikir ketika seseorang kehilangan orang yang sangat ia sayangi mungkin itu bukanlah sebuah pilihan melainkan takdir

Mungkin kisah hidupku ini lebih berpihak pada takdirku bukan pada pilihan hidup. Takdir ketika aku harus menerima kenyataan pahit bahwa aku harus kehilangan ayahku tercinta pada saat usiaku baru 13 tahun, kenyataan yang harus ku terima ketika ibuku menikah lagi pada saat usai kematian ayahku belum genap satu tahun. Kawan tidakkah bisa kalian rasakan hal yang sama sepertiku? Dulu hidupku tak seperti ini, aku merasa bahagia ketika semua anggota keluargaku masih lengkap, ketika aku masih bisa tertawa bersenda gurau bersama ayah dan ibuku, ketika aku masih bisa menceritakan kejadian lucu yang terjadi pada saat disekolah.

Kawan apa yang kau rasa dan kau fikir waktu kau menerima sebuah berita memilukan yang harus kau terima? Bagaimana rasanya ketika pagi hari kau masih bisa melihat senyum manis penuh kasih sayang dari ayahmu namun ketika siang hari kau tak pernah melihat senyum penuh kebanggan itu lagi? Meyakitkan sungguh bila kau pernah merasakannya, belum sempat aku beri hormat pada ayah, belum sempat aku mencium tangan ayah, belum sempat juga aku mengecup kening ayah untuk yang terakhir kali, namun ayah sudah terlanjur tertidur lelap dalam dekapan sang ilahi. yaRabb kenapa engkau harus memisahkan duniaku dengan ayah? Padahal aku masih sangat membutuhkannya. Aku butuh kasih sayangnya, aku butuh nasihatnya untukku dengar. Ayah, aku rindu ayah .. 

Bisakah tuhan kembalikan ayahku? Bisakah aku bertemu ayahku kembali? Teman bisakah kau bayangkan bagaimana rasanya ketika teman-temanmu menceritakan tentang ayahnya dihadapanku? Aku hanya bisa tersenyum ketika semua itu terjadi.
           
Aku kira itu adalah hal pahit terakhir yang aku rasakan seumur hidupku, tapi Tuhan punya rencana lain pada hidupku, selang setelah kepergian ayah, ibu mengajak aku dan kakakku berbicara. Awalnya aku tak mengira bahwa hal ini akan terjadi, aku kira kehilangan ayah sudah sangat cukup membuatku terlalu lama terpuruk dalam kesedihan namun semua belum usai, ibu meminta ijin kepada aku dan kakak untuk menikah lagi. Bu.. ada apa denganmu? Tidak sayangkah kau kepada ayah? Tidak sayangkah kau kepada aku dan kakak? Aku disini masih berduka bu, begitu juga kakak, tidakkah ibu merasakan demikian? Sia-sia kawan, apapun yang aku katakan tak bisa merubah keputusan ibu, katanya ibu menikah untuk ibadah, membenahi diri apakah dulu ketika bersama ayah ibu masih kurang berbakti kepada suami. Sebenarnya dulu aku bisa melarang ibu untuk menikah lagi, namun aku tak boleh egois, ibuku masih muda mungkin beliau masih sangat butuh sosok pendamping hidup.
      
Aku coba jalani hidup seperti ini, hidup dengan ayah tiri? Tentu saja tidak kawan, ya hanya ibulah yang tinggal bersama ayah tiriku (sebut saja abi, ya karna itulah panggilan ibu kepada orang yang kini menjadi suaminya). Kini aku dan kakak tinggal bersama nenekku, entahlah apa yang akan terjadi pada hidupku kedepan jika nenek juga pergi meninggalkan kami.
         
Hari-hari kulalui tanpa kedua orang tua berada disampingku, memang ibu selalu pulang kerumah setiap seminggu sekali, kalau tidak 2 kali seminggu jika ia tidak sibuk. Lagi, disekolah aku hanya tersenyum ketika teman-teman bercerita tentang keluarga mereka terutama tentang ayah dan ibu mereka, temanku ada yang menghujat ayah dan ibu mereka karena terlalu banyak larangan yang mereka terima dirumah, hai teman andaikan kau rasa apa yang aku rasa jika nanti orang tuamu pergi.

Jangan sia-siakan kedua orang tuamu ketika mereka masih ada teman!

Ini adalah racauan teman baikku. Namanya Mar'atus Sholichah
Hidup memang terkadang sulit untuk dijabarkan, apa yang harus kita lakukan ketika hidup hanya memberi kita dua pilihan? Sudahlah, sesungguhnya tidak ada nestapa yang tidak berkesudahan!

Sabtu, 24 Maret 2012

LALAI


Tania, aku heran dengan keadaan manusia sekarang ini, mereka lebih mudah hanyut pada bujuk rayu Tuan Setan ketimbang seruan ALLAH SWT. Entahlah! Aku benar-benar tidak mengerti, apakah ini sinyal pemberitahuan bahwa kiamat sudah semakin dekat? Aku tak tuhu itu. Diluaran sana banyak sekali orang-orang yang mengaku dirinya Islam, namun mereka tidak sungguh-sungguh melaksanakan semua perintahNya, justru mereka lebih sering menentang apa yang dilarangNya.

Kau tidak percaya? Izinkan aku bercerita.
Saat ini kita sedang dan terus-menerus dihadapkan pada banyak masalah kemanusiaan yang meresahkan. Orang-orang makin tidak peduli pada nilai-nilai moral, agama, culture, etika. Mereka telah terperangkap perangai licik Tuan Setan. Pasangan remaja hanyut dalam balutan musik disco, sekelompok anak di bawah umur merayakan pesta minuman keras di sebuah rumah kost, para tante-tante rutin melakukan arisan berondong bagaikan binatang yang tidak mampu menahan gairah seksnya, remaja SMU mendatangi sebuah tempat praktek aborsi bersama seorang guru lelakinya yang sudah berkepala tiga. STOOOOP! Hentikan semua kemaksiatan ini, sekarang adalah waktunya untuk kita kembali ke jalan Sang Ilahi. Menengadahkan tangan, mendongakkan kepala ke arah langit luas, mohonlah ampunan kepada Gusti ALLAH!

Mungkin memang sudah kodrat Tuan Setan untuk terus-menerus menggoda keimanan anak cucu Adam AS, namun sekiranya kita dapat menahannya apabila kita dibekali dengan keimanan serta keyakinan yang kuat kepada ALLAH. Toh Tuan Setan hanya bertugas membisikkan keburukan-keburukan saja, sisanya adalah hasil dari kreasi manusia itu sendiri.

Tania, sejujurnya aku rindu pada masa kecilku, aku rindu ketika saat-saat aku belajar mengaji. Wajah penuh keceriaan, rasa semangat yang begitu menggebuh-gebuh untuk sesegera mungkin menghatamkan Iqra dan beralih ke Juz Amma. Ya, masa lalu tetaplah masa lalu, semua itu berbanding terbalik dengan keadaanku saat ini. Mungkin bisa dibilang hanya seminggu sekali aku membuka Kitab Suci Al-Qur'an, itupun hanya sekedar untuk melantunkan Surat Yaasin. Entah mengapa ada semacam rayuan busuk yang terus meracuni pikiranku agar aku terjerumus ke arah sisi negatif kehidupan.

"Ngapain loe cape-cape ngaji? mendingan juga nonton tv, acaranya seru bro, Barca Vs Madrid!" bisik Tuan Setan kepadaku pada suatu malam Jum'at.

Ini rayuan yang cukup membuatku bimbang, akhirnya lambat laun bisikan itu telah menguasai pikiranku, aku tak bisa berbuat banyak, karena sesungguhnya imanku juga masih sangat dangkal.

Tapi, aku berjanji akan mengintrospeksi diri, aku akan lebih mendekatkan diri kepada Gusti ALLAH, aku akan labih mematuhi ajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
SEMOGA!!

SOMEONE SUPERSTAR


Kali ini aku akan bercerita tentang seseorang, atau mungkin lebih tepatnya tentang sekelompok orang. Ini ada sangkut-pautnya dengan dunia musik. Mungkin mereka bisa disebut sebagai musisi, aku lebih suka menyebutnya sebagai musisi kreatif. Mereka tergabung dalam proyek musik kolaborasi antara musisi bernama Bondan Prakoso a.k.a Mr. B yang juga dikenal oleh publik sebagai pemain bass yang handal dan berbakat, yang juga mantan pemain bass di band Streaming Funk disebut Funky Kopral dan sebuah grup Hip-Hop bernama Fade2Black yang beranggotakan Tito Budidwinanto a.k.a TitzG, Danial Rajab Fahreza a.k.a Lezzano, dan Ardaninggar Nazir a.k.a Santoz Ariego. Mereka mengusung jenis musik Rap. Mungkin di Indonesia jenis musik ini masih menjadi minoritas di kalangan masyarakatnya. Mereka mengajarkanku tentang berbagai macam hal lewat lagu-lagunya yang bervariasi. Lagu mereka lebih berkiblat ke kehidupan nyata, tidak melulu soal percintaan. Mereka orang-orang hebat. Yaa, aku dapat merasakannya! Mereka seolah-olah meneriakkan kehidupan yang sesungguhnya, kehidupan yang tidak dipenuhi dengan kepura-puraan. Aku sangat terkesan!!


Ini cerita tentang 4 pemuda kreatif, yang mampu membawa perubahan bagi kehidupan banyak orang. Mungkin nama mereka tidak sepopuler Ahmad Dhani, Agnes Monica, Melly Goeslaw ataupun sang maestro Gesang (alm), tapi aku yakin dan percaya bahwa suatu saat nanti mereka akan terbang tinggi mengepakkan sayap-sayapnya untuk mengarungi indahnya lautan awan biru, dan yang pasti mereka mampu membuatku menjadi orang yang lebih memaknai arti kehidupan. Mereka mengajarkan banyak hal tentang musik, mereka mengajarkanku untuk mencintai musik Rap, mereka juga mengajariku untuk mencintai musik Keroncong, musik Rock, Heavy Metal, Cha-Cha, Jazz, Lounge, Ballads, Reggae, Ska, Big Band, Funk dan masih banyak lagi. Tidak melulu soal musik, mereka juga mengajariku untuk bersikap tawakal, berani, setia, menghargai perbedaan. Mereka adalah Motivator Super bagiku, atau bahkan bagi semua orang.

Tiba-tiba aku teringat pada tanggal 25 Februari 2012, bisa dibilang itu adalah tanggal yang cukup bersejarah dalam kehidupanku. Saat itu mereka datang ke kotaku untuk mengadakan konser di sebuah pusat perbelanjaan. Sebelumnya kami mengadakan meet & greet terlebih dulu. Mereka memang sudah keempat kalinya datang ke kotaku, tapi baru pertama kali ini mengadakan meet & greet. Aku sangat antusias mengikutinya, entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang mengusik pikiranku, ini semacam rasa kangen yang begitu mendalam. Ketika itu, mereka duduk di sebuah sofa berwarna cokelat yang menghadap ke arah para fans mereka yang hadir. Aku duduk bersila di barisan tengah yang hanya beralaskan sebuah tikar, karena mengingat tempatnya yang sangat sederhana. Tapi keterbatasan tempat tidak lantas membuat semangatku kendur. Sesekali aku melihat arloji yang melekat di tangan kiriku, waktu telah menunjukan pukul 18.30. Sebagian fans sudah merasa sangat lelah. Aku pun begitu!

Badanku sudah bau asem, keringat telah membanjiri sekujur tubuhku, wajah yang dekil, rambut yang lepek, kaki keriput yang hanya beralaskan sepatu penuh debu. Sebagian besar fans yang datang mengenakan kaos berwarna hitam. Aku juga! Seketika aku dibuat melongo ketika mereka menjawab beberapa pertanyaan yang para fans lontarkan secara bergiliran. Aku terkesan dengan bahasa tubuh yang mereka perlihatkan, penjelasan yang sangat menusuk pada titik pertanyaan. Tutur kata yang sangat intelektual dan berpendidikan, aku kagum kepada mereka, mereka orang hebat! Aku hanya memperhatikan mereka, tersenyum kegum mendengarkan kisah hebat dari orang-orang yang luar biasa seperti mereka. Sesekali aku mengusap keringat di dahiku yang mengalir begitu deras bagaikan arus Niagara.

Bukan cuma musik yang bagus, lirik yang bagus, karya yang bagus, kesuksesan juga soal bagaimana seseorang menjalani dan menjalankan semuanya. Lagu mereka bukan hanya sekedar kumpulan lagu biasa yang membuat pendengarnya tertawa bahagia, menangis sedih, terharu, marah, atau respons emosional lainnya yang picisan. Lagu mereka semacam virus yang ingin ditularkan dan ditanamkan pada pikiran pendengarnya. Virus yang pada saatnya akan bertunas, tumbuh, mengakar, hingga menjadi akal budi, perilaku, kebiasaan, budaya, atau bahkan peradaban dunia. Tak Tertolak! Mereka mampu menjadi peran aktif yang membawa sinyal positif pada kepribadian diriku. Sebuah dedikasi dan persembahan yang penuh arti. Aku tidak akan berpaling ke lain hati, hatiku hanya untuk mereka semata, sampai kapanpun aku akan tetap menghormati dan menghargai karya-karya mereka. Kelak disaat aku sudah tua dan mempunyai banyak anak dan cucu, aku akan menceritakan kedahsyatan mereka kepada anak dan cucuku.



Senin, 19 Maret 2012

INI LAGUKU


Kehidupan memang terkadang identik dengan sebuah lagu, atau mungkin justru sebaliknya lagu yang identik dengan kehidupan. Aku tidak tahu persis tentang yang satu ini, karena sesungguhnya aku tidak terlalu mengerti soal musik. Baiklah biarkan aku bernyanyi terlebih dahulu :)

Dengar resapi camkan dan jangan berhenti
Kar’na sebuah pertanyaan perlahan menghampiri
Mendekat dan merusak sistem kerja otak kiri
Setiap detik bergetar, menusuk-nusuk di hati
Kembali teringat raut wajahmu di angan
Taburan cinta mengikuti sebuah senyuman
Tapi dalam hati ini tak bisa ungkapkan
Nyaliku menciut, terlalu siang ‘tuk diucapkan
Sekali lagi ku ingin kau mengerti
Rasa cinta ini sungguh sangat menyakiti
Tapi, ku hanya makhluk yang tidak bermateri
Dipandang sebelah mata, tak punya reputasi

Ini adalah lagu kesukaanku, judulnya BUNGA milik Bondan Prakoso & Fade2Black, entah mengapa setiap aku mendengarnya ada sesuatu yang masuk menerobos ke dalam hatiku. Aku tidak mengerti, mungkin karena liriknya yang maha dahsyat tajam bagaikan pisau belati, atau mungkin karena aransemen-nya yang sangat menyentuh. Hampir setiap hari aku mendengarkan lagu yang satu ini, tapi setiap kali aku merasa bosan, justru aku semakin larut dalam setiap ketukan iramanya. Sudahlah, biarkan aku meneruskan nyanyianku terlebih dulu

Ingin sekali ku katakan “aku suka padamu”
Namun cinta ini siksa jika ku gak ada kamu
Hendak jiwa ‘kan mengikatmu di sisi
Namun berat ‘tuk mengucap, cukup untuk ku kagumi
A B C D, ku harap kau mengerti
Semua ini bukan cerita narasi deskripsi
Hanya perasaan suka namun sulit hati berkata
Bukan fiktif, sedikit naif, hanya sebuah realita
Cinta ini derita, ku harap kau juga merasa
Apa yg ku rasa tanpa banyak tanda tanya
Rasa ini fakta, selektif bukan posesif
Ku tak ingin berdusta, ku cinta kau bunga

Lagu ini seperti sedang menggambarkan cerita hidupku, aku sangat salut kepada penciptanya. Lagu ini mampu menaklukan kerasnya hatiku, tidak biasanya aku menjadi melankolis ketika mendengarkan sebuah lagu, tapi lagu ini mampu! Lagu ini dirilis pada tahun 2005, sejak awal kemunculannya di blantika musik Indonesia, aku dengan secara spontan langsung menyukainya.

Apa arti cinta, kala viagra bagai sebuah media
Cinta pelepas birahi tanpa ada ikatan jiwa dan raga
Memang gila aku dan kalian semua berbeda,
pandangan kita tak ‘kan pernah sama
Melirik arti cinta hanya dengan pandangan sebelah mata
Tak seorangpun berani menuduhku, bahkan memvonis diriku salah
Karena apa yang ku cari dan ku rasa, tak menghasilkan apa-apa
Karena cinta, tercipta, sebagai pemuas nafsu belaka
Tak ‘kan mengerti arti cinta
Dan kau hanyalah… bunga

Lagu ini selalu menempati chart pertama pada playlist galau hidupku, entah mengapa sampai saat ini belum ada lagu lain yang mampu mendepaknya. aku sangat hafal setiap detail liriknya. Liriknya yang sangat puitis mampu menyuruhku untuk memejamkan mata, apalagi aku mendengarkannya di suatu malam yang sunyi, aaaahh tak bisa dibayangkan. Tak tertolak!

Seakan mataku tertutup
Ku ingin cinta ini dapat kau sambut
Harapkan p’rasaan ini kau tahu
Sungguh ku ingin kau jadi milikku

Aku teringat pada massa remajaku, ketika aku menyukai seorang wanita, tetapi aku tidak berani mengatakannya karena mengingat aku bukanlah anak orang berada, aku tak punya apa-apa, aku mencintainya atas dasar cinta yang tulus. Lagu ini yang menjadi pengiring kesedihanku!
Aku masih ingat itu! :)




PERAMPINGAN EGO


Hatiku tersentuh ketika salah satu temanku mengatakan bahwa aku jutek, ada juga yang bilang kalau aku munafik. Ini cukup membuatku bertanya-tanya?? :(
Tetapi aku tidak merasa demikian, berhari-hari aku berusaha mengevaluasi sikapku selama ini. Aku tidak mau menjadi orang yang menyebalkan. Aku tidak mau terjerumus oleh keadaan zaman yang semakin bobrok ini.
Kalau boleh meminta, barangkali aku ingin menjadi orang yang paling baik di muka bumi ini, tapi aku sadar, itu semua tidak akan mungkin terjadi. Beberapa hari belakangan ini aku sedang berusaha belajar merampingkan ego! Aku tahu, ini akan terasa sangat sulit, tapi aku yakin dan percaya, aku pasti bisa!

Tuhan, aku tidak ingin menjadi pemuda yang munafik, yang dapat membuat orang lain ilfeel kepadaku. Barangkali aku ingin menjadi pemuda yang bersikap apa adanya! Aku ingin menjadi pemuda yang lebih bisa bersikap dewasa, yang dapat bertindak secara realistis. Aku ingin menghapus akting sinetronku.

Tuhan, aku tidak ingin menjadi pemuda yang jutek, yang dapat membuat orang lain enggan menyapaku. Aku tidak ingin menjadi pemuda yang berwajah masam, sehingga terlihat terlalu sangat kaku dan serius. Aku ingin menjadi pemuda yang murah senyum, santun dan bersahaja.

Tuhan, aku tidak ingin menjadi pemuda yang bersembunyi di balik alabi pubertas dengan merayakan sex bebas, aku tidak ingin termakan oleh rayuan Tuan Setan yang maha dahsyat menyesatkan. Aku ingin menjadi pemuda yang rendah hati dan dekat kepada Gusti ALLAH, aku ingin menjalani hidup atas dasar hati, perasaan, akal sehat. Aku tidak ingin terperosok ke dalam jurang kepicikan Tuan Setan.

Tuhan, aku tidak ingin menjadi pemuda yang berlaru-larut hanyut dalam kegalauan. Aku ingin menjadi pemuda yang ceria, pemuda yang selalu bersemangat menjalani hari-hari baik dalam keadaan suka maupun duka. Aku ingin menghapus air mata sinetronku.

Tuhan, aku tidak ingin menjadi pemuda yang egois, aku tidak ingin menjadi pemuda yang keras kepala. Aku ingin menjadi pemuda yang selalu bersedia mendengarkan masukan-masukan dari orang lain. Aku ingin menjadi pemuda yang mau berubah, tidak pasrah begitu saja akan keadaan.
Semoga keinginanku dapat terwujud!
SEMOGA!

Untuk seseorang yang pernah aku cintai : aku akan berusaha menghilangkan virus jutek yang ada dalam diriku, aku akan mengevaluasi diri, aku akan merampingkan ego, aku sungguh-sungguh akan melakukan perubahan sesuai yang kau ingnkan. Doakan saja!
Semoga kau membacanya!
Salam hangat dariku untukmu. :)

Minggu, 18 Maret 2012

FLASHBACK


Aku bosan dengan kehidupanku sekarang, aku bosan dengan keadaan zaman yang semakin karut-marut ini. Kalau boleh meminta, aku ingin kembali pada masa kecilku, aku ingin memperbaiki sikapku dan menebus kesalahan yang pernah kulakukan di masa lalu.

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku ingin kembali ke tahun 1999, hari ketika ibu menyuapiku seporsi nasi kuning di pagi hari, aku rindu akan kelembutan tangannya. Ibu sangat sabar menyuapiku, meskipun aku mengunyahnya dengan amat-sangat lama.

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku ingin kembali ke tahun 2000, hari ketika aku memukul dada temanku hingga dia menangis pilu, aku ingin sekali men-delete kebobrokanku itu. Aku ingin mengajaknya main ke rumahku, aku ingin memberinya makan, aku ingin mengajaknya bermain sepak bola bersama.

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku ingin kembali ke tahun 2003, hari ketika aku pergi ke sebuah pusat perbelanjaan bersama ayahku untuk membeli baju lebaran. Aku masih mengingatnya dengan sangat jelas, ayah menemaniku memilih baju dengan sangat antusias, kita berdua mondar-mandir kesana-kemari hanya sekedar mencari barang yang sesuai dengan seleraku. Aku rindu peristiwa itu.

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku ingin kembali ke tahun 2005, hari ketika aku duduk berdua dengan gadis kecil berambut ikal. Dia adalah cinta pertamaku, di belakang ruang kelas 3, di samping selokan, di balik pagar besi, kami duduk bersampingan. Saat itu aku masih sangat canggung untuk sekedar duduk berdua dengannya, maklum saja ketika itu aku masih duduk di bangku kelas 5 SD.

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku ingin kembali ke tahun 2007, hari ketika pertama kali aku masuk SMP, hari ketika aku memasuki sekolah baru, bertemu dengan teman-teman yang belum pernah aku kenal sebelumnya. Ketika itu aku melihat gadis manis dengan senyum yang sangat menawan. Ada sesuatu yang membuatku tertarik padanya. Sesuatu yang membuat lututku bergetar ketika berpapasan dengannya, atau mungkin sesuatu yang dapat membuat dadaku berdegup kencang ketika memikirkannya. Sayang, aku tidak dapat memilikinya. :(

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku ingin kembali ke awal tahun 2009, hari ketika kelasku kalah dari kelas sebelah pada lomba futsal menggunakan sarung dalam rangka memperingati HUT RI, seharusnya aku harus menceploskan lebih banyak bola ke gawang lawan. Aku merasa sangat malu pada teman-teman wanitaku. Aku telah mengecewakan teman-temanku dan wali kelasku.

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku ingin kembali ke pertengahan tahun 2009, hari ketika aku selalu telat masuk sekolah, hari ketika aku dihukum membersihkan kamar mandi, ruangan guru, rumput di pojokan lapangan upacara, hari ketika aku harus berlari mengelilingi lapangan basket, hari ketika aku harus berdiri di depan kelas dan baru diperbolehkan masuk kelas setelah jam pelajaran pertama selesai. Wajar saja, waktu itu aku duduk di kelas 3 SMP, lagi bandel-bandelnya. Aku rindu masa-masa itu, walaupun terdengar sedikit menyedihkan, tapi aku bahagia menjalaninya.

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku ingin kembali ke akhir tahun 2009, hari ketika sahabatku di keroyok oleh adik-adik kelasku, pada waktu itu aku sedang jatuh sakit. Aku menyesal sekali karena tidak dapat menolong sahabatku yang sedang kepayahan menerima pukulan dari belasan orang pengecut.

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku ingin kembali ke tahun 2010, hari ketika aku lulus SMP, aku merayakannya bersama teman-teman terdekatku. Kita mengadakan ritual mencukur rambut dan mengadakan pesta sederhana, pesta nge-rujak buah. Kita saling melontarkan tawa. Aku tidak akan melupakan pengalaman itu, pengalaman yang sungguh sangat mengharukan.

Aku ingin kembali ke masa-masa itu. Masa-masa yang penuh kenangan dan kepolosan. Aku rindu kepada teman-teman lamaku yang sangat setia kepadaku. Aku rindu kehangatan rangkulannya. Aku rindu pada suasana sekeliling yang masih asri dan perawan.

Andai aku punya mesin lorong waktu!
Aku dapat pergi kemanapun dengan sesuka hatiku. :)

Kamis, 15 Maret 2012

CURHAT


Tuhan, aku ingin sedikit bercerita kepadaMu, mudah-mudahan Kau mau mendengarkan!
Akhir-akhir ini aku selalu bangun telat disertai dengan badan yang kaku dan sangat sangat lemas, akibatnya aku tidak bisa berkonsentrasi menangkap pelajaran dengan baik di sekolah. Kau tahu penyebabnya? Aku rasa Kau tahu, karena Kau memang "maha" mengetahui. Tuhan, aku tidak mau terus-menerus seperti ini, mungkin Kau punya solusi? Akhir-akhir ini penyakit insomnia telah menjajahku, aku tak bisa tidur, setiap malam aku selalu gundah dan gelisah, entah apa yang aku fikirkan. Haaaahhh ini aneh, bahkan sangat sangat aneh :(

Ini semua tidak wajar, karena sesungguhnya aku belum pernah merasakan hal semacam ini sebelumnya, aaaah aku jadi bingung! Akibatnya setiap pagi aku harus saling berkejaran dengan waktu, maka tidak lagi mengherankan jika setiap hari aku selalu telat masuk sekolah. Yaaaahh, memang menurut kebanyakan orang waktu adalah uang, tapi aku selalu membuang waktu dengan sangat percuma, berarti sama halnya dengan aku membuang uang, damn!!
Ini cukup membuatku mengerutkan dahi!

Sebenarnya aku malu kepada teman-temanku yang setiap hari harus menunggu keterlambatanku. Setiap hari aku memang selalu berangkat ke sekolah bersama teman-temanku, setiap hari kita selalu berkumpul di sebuah pos polisi yang tidak berpenghuni.

"Aaaahh, nih anak tiap hari ngaret mulu!" mungkin kalimat itu yang ada di benak teman-temanku ketika menungguku.

Wajar saja, aku bisa memakluminya! Tuhan apakah Kau dapat mengobati penyakitku? Aku mohon kepadaMu, sembuhkan penyakitku!!

Sebenarnya aku sudah berusaha menghilangkan penyakit insomniaku, tapi apa boleh buat, aku benar-benar tidak bisa! Mungkin ini semacam sinyal atau pertanda bahwa tidak lama lagi aku akan jatuh sakit. Hidup terlalu sempurna jika hanya diisi dengan kesehatan jasmani maupun rohani, ada kalanya kita harus jatuh sakit. Itu akan membuat hidup kita lebih bermakna dan tentunya hidup kita akan lebih berwarna.

Ya, ternyata dugaanku benar, setelah genap seminggu aku mengalami gejala insomnia akhirnya aku jatuh sakit. Tuhan, mengapa Engkau membiarkanku jatuh sakit?? Entahlah, mungkin Kau punya maksud lain. Mungkin ini semacam teguran agar aku harus lebih mendekatkan diri padaMu dan mudah-mudahan aku dapat menerimanya dengan penuh lapang dada. Lagi pula beberapa hari belakangan ini aku sering lalai melaksanakan kewajibanku menemuiMu. Mungkin karena rutinitasku yang semakin padat, tapi sebenarnya itu bukan kalimat yang tepat untuk dijadikan sebuah alasan, karena sesungguhnya tidak ada alasan skecil apapun untuk tidak mengerjakan shalat.
Yaa, semoga ini dapat menjadi pengalaman berharga untukku!!
SEMOGA! :)

Rabu, 07 Maret 2012

GALAU DI KAMIS PAGI! :)


"Hujan Dapat Menjadi Dalang Bagi Skenario Insan Manusia"

Pagi ini terasa ada yang berbeda dari hari-hari biasanya. Sepertinya Tuan Awan sedang 'galau', dan dia sedang butuh teman curhat :) Apakah ada yang mau mendengarkan??

Suasana murung terlihat begitu jelas pada raut wajah Tuan Awan, entah apa yang sedang terjadi padanya. Sudah semalaman penuh dia berlarut-larut dalam kesedihan, air mata tak henti-hentinya membasahi kedua tebing pipinya. Mungkin Tuan Awan lapar? Atau mungkin dia sedang patah hati karena baru saja diputusi oleh pacarnya? ah, setahuku Tuan Awan tidak punya kekasih.
Entahlah

Kayanya kali ini Tuan Awan sedang 'galau' tingkat dewa, aaaahh gawat!! kalau memang benar, bisa-bisa jadwal latihan sepak bolaku jadi kacau. Ooopss bukan cuma aku yang dirugikan, teman-temanku di eskul teater juga bisa rugi, mengingat jadwal latihan kita jatuh pada hari yang sama. Naah yang paling rugi tidak lain dan tidak bukan adalah abang penjual es! kasihan ya dia :(
Tapi dibalik kerugian pasti ada keuntungan, kira-kira siapa ya yang merasa diuntungkan? ada yang tahu?? Yaaaps tukamg ojek payung! The Winner At This Moment :D

Kembali ke persoalan,
Tuan Awan, plis deh ngga usah ikut-ikutan jadi 4L@Y. Kasihan tuh orang-orang diluar sana, aktivitas mereka jadi terganggu, kasihan tuh ibu-ibu yang mau jemur baju, kasihan juga si pengusaha kerupuk, kalo terus-terusan kaya gini bisa-bisa dia gulung tikar.

Tuan Awan, aku siap koq jadi teman curhat kamu, aku siap menemanimu di saat-saat 'galau' dan setia mendengarkan racauan-racauan kamu yamg kacau. Kalau kamu malu, kamu bisa SMS atau DM ke twitter aku di @muh_nandang. Lagian ngga ada gunanya juga kalau kamu terus-terusan 'galau'. 'Galau' itu ngga ada untungnya!!
Ayolah! Bangkit dari pengalaman pahit!
"Gue juga ngga gitu-gitu amat bro!"

You must be spirit, guys!

Mungkin kadang-kadang menjadi 'galau' itu perlu!
Ya Sudahlah, selamat 'menggalau', selamat meracau! Yakinlah, galau pasti berlalu! :)