Dear Bapak Pejabat :)
Pak Pejabat yang terhormat,
Mungkin saat ini Bapak sedang merasakan kebingungan yang tiada tara, semua orang mencibir Bapak dengan kata-kata yang tidak senonoh. Mungkin masyarakat menilai Bapak sebagai orang yang paling bangsat di muka bumi ini, aku juga demikian! Ooops
Aku tidak bisa membayangkan betapa gemetarnya Bapak ketika ribuan buruh dan mahasiswa meraung meminta keadilan? Betapa gugupnya Bapak ketika mereka berhasil menerobos barisan kepolisian? Huuuuuhh, sesungguhnya aku merasa simpati kepada Bapak, aku merasa iba kepada Bapak, kepada istri dan anak-anak Bapak. Mungkin setiap malam Bapak tidak bisa tidur dengan nyenyak karena perasaan bersalah. Apa enaknya hidup penuh harta dan serba kecukupan jika tidur Bapak selalu tidak nyenyak? Apakah Bapak tidak merasa kasihan kepada diri Bapak sendiri?
Bertahun-tahun Bapak memang telah menjadi black list dalam benak masyarakat. Tingkah Bapak memang bervariasi, mulai dari korupsi, bolos rapat, nonton video porno, ngorok di kursi dan masih banyak lagi. Apakah Bapak tidak merasa iba kepada kami? Apakah Bapak tidak merasa simpati kepada anak-anak kami yang kekurangan gizi?
Apakah Bapak tidak pernah berfikir dari mana rumah mewah yang sedang Bapak gunakan untuk mengistirahatkan tubuh Bapak yang penuh dosa itu dibeli? rumah itu dibeli dari uang hasil jerih payah kami Pak. Apakah Bapak tidak pernah tahu dari mana mobil mewah berplat merah yang setiap hari Bapak gunakan untuk pergi ke tempat dugem itu dibeli? mobil itu dibeli dari uang hasil keringat kami Pak. Apakah Bapak tidak pernah berfikir dari mana Bapak mendapatkan belasan rekening gendut yang tersimpan dengan aman dalam dompet Bapak? itupun adalah uang hasil dari memulung kami Pak!
Sesungguhnya Bapak masih bisa memperbaiki citra Bapak yang selama ini sudah dipandang buruk oleh kalangan masyarakat karena tingkah Bapak yang rakus bagaikan tikus jalanan. Menjadi orang baik di dalam lembaga pemerintahan memang tidaklah mudah. Sungguh, aku bisa merasakan apa yang Bapak rasakan. Namun tak ada salahnya jika Bapak bertingkah baik dan tidak mementingkan kepentingan pribadi Bapak yang serba kekurangan. Kami hanya bisa berharap semoga Bapak mendapatkan balasan yang setimpal baik di dunia maupun di akhirat. Semoga kelak disaat anak Bapak sudah besar, dia tidak akan meneruskan riwayat Bapaknya yang sangat tidak terhormat.









