Senin, 02 April 2012

Ahmad Fauzi


Umeko, aku ingin bercerita kepadamu. Aku ingin bercerita tentang kisah persahabatanku. Tentang aku dan sahabatku, sebut saja dia "ozi", aku biasa memanggilnya demikian. Dia adalah sosok pemuda yang baik, 'lumayan' tampan, smart. Dia memiliki postur tubuh yang bisa dibilang sedikit bantat! Oops sorry ...
Ada suatu hal yang aku tidak sukai dari dia, diantaranya sifatnya yang pelit dan kurang solider. Tapi, itu bukan suatu penghalang bagiku untuk berteman akrab dengannya. Dia pemuda yang ceria, dia mampu mencairkan suasana di saat aku sedang galau, dia mampu menyejukkan hatiku di saat aku sedang emosi, dia mampu menguatkanku di saat aku merasa hidupku tak sehebat yang aku bayangkan. Aku memang sudah berteman sangat baik dengannya, hampir tak ada rahasia sekecil apapun yang kami tutup-tutupi, kami saling terbuka. Persahabatan kami ibarat antara gula dan semut, api dan asap, toples dan tutupnya, anak panah dan busur, tinta dan pena.

Umeko, aku sudah sangat mengerti apa yang ozi suka dan tidak suka, wajar saja, toh aku dan ozi sudah bersahabat sejak 5 tahun yang lalu. Aku masih ingat ketika pertama kali aku berkenalan dengannya.

"Hai, aku Nandang!" kataku kepada ozi dengan diiringi sebuah senyum manis.

"Hai, aku Ozi!" katanya tegas, dia membalas senyumanku.

Umeko, sejujurnya waktu itu aku masih sangat canggung untuk sekedar bercengkramah dengannya. Semua itu berbanding terbalik dengan keadaan yang sekarang, kemana-mana kami selalu bersama, kami sudah saling mengenal karakter satu sama lain.

Umeko, persahabatan kami tidaklah berjalah mulus dengan begitu saja, kami sempat didera permasalahan yang teramat serius. Persahabatan kami sempat tergantung selama kurang lebih 8 bulan dikarenakan suatu masalah yang tidak dapat aku ceritakan kepadamu. 8 bulan bukanlah waktu yang singkat, maklum saja kami berdua memang seorang pemuda yang sangat keras kepala dan tidak mau mengalah.

Umeko, akhirnya kami sadar, bahwa keegoisan bukanlah hal yang berguna dalam suatu persahabatan. Dan kami percaya bahwa hidup akan selalu indah pada waktunya. Sekarang kita udah toyor-toyoran lagi, saling pinjam-meminjam uang dan aaah, aku benar-benar tidak menyangka kalau endingnya akan seindah ini. :)

Senyum manis selalu tecurahkan dariku untukmu wahai sahabatku :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar