Apa yang dimaksud dengan takdir? Apakah takdir manusia bisa dirubah?
Sebenarnya aku tidak begitu mengerti dsoal takdir. Menurutku takdir hanya akan membuat kepalaku pusing ketika memikirkannya. Pernah suatu ketika aku mencari pengertiannya di Internet, tapi semua itu hanya membuat kepalaku sedikit mengeluarkan asap.
Dulu aku pernah mendapatkan tugas dari guruku pada pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), beliau memberikan tugas kepada kelompokku untuk mencari sebuah deskripsi tentang berbagai macam aliran Islam. Dari berbagai macam aliran Islam yang ada, dengan spontan aku tertarik pada 2 aliran yang saling bertolak belakang. Nama alirannya adalah aliran QADARIYAH dan aliran JABARIYAH. Aliran ini saling bersinggungan mengenai intervensi Tuhan terhadap takdir manusia. Baiklah sedikit aku ceritakan tentang aliran tersebut.
Aliran QADARIYAH : Qadariyah berasal dari bahasa arab, yaitu qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan. Adapun menurut pengertian termonologi,
Qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan
manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. Aliran ini berpendapat bahwa
tiap-tiap manusia adalah pencipta bagi segala perbuatannya, ia dapat
berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami
bahwa Qadariyah dipakai untuk nama aliran yang memberi penekanan atas
kebebasan, manusia mempunyai qudrah atau kekuatan
untuk melaksanakan kehendaknya, dan bukan berasal dari pengertian bahwa
manusia harus tunduk pada qadar Tuhan.
Apa yang dimaksud dengan takdir? Apakah takdir manusia bisa dirubah?
Aliran JABARIYAH : Kata Jabariyah berasal dari kata Jabara dalam bahasa Arab yang mengandung arti memaksa dan mengharuskan melakukan sesuatu. Pengertian arti kata secara etimologi diatas telah dipahami bahwa kata
jabara merupakan suatu paksaan di dalam melakukan setiap sesuatu, atau
dengan kata lain ada unsur keterpaksaan. Dapat kita simpulkan bahwa aliran Jabariyah adalah aliran sekelompok
orang yang memahami bahwa segala perbuatan yang mereka lakukan merupakan
sebuah unsur keterpaksaan atas kehendak Tuhan dikarenakan telah
ditentukan oleh qadha’ dan qadar Tuhan. Maka Manusia itu disamakan dengan makluk lain yang sepi dan bebas dari
tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain, manusia itu
diibaratkan benda mati yang hanya bergerak dan digerakkan oleh Allah
Pencipta, sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya.
Aku pusing mendengarnya. Bagaimana dengan kalian?
Lebih baik aku bercerita saja!
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un." demikianlah mantra yang aku rapalkan ketika di suatu subuh mendapati kabar bahwa sepupuku meninggal dunia. Aku terdiam sejenak ketika mendengar kabar itu. Rudi sepupuku, begitu cepat dia pergi. Rudi meninggal dunia dalam suatu pembunuhan sekelompok geng motor. Ia diserang oleh sekelompok geng motor pada malam hari di sebuah jalur pantura, tubuhnya penuh dengan luka akibat bacokan, darah mengalir begitu deras menyelimuti tubuhnya yang tidak berdosa. Tuhan, apakah ini yang dimaksud dengan takdir? Apakah takdir Rudi memang harus meninggal di tangan geng motor?
Setiap kali mendengar berita kematian, kita tercenung. Bila sempat dan teringat, barangkali kita bertanya-tanya : Kapankah giliran kita?
Tuan Izrail adalah dalang dari semua ini, dialah yang memegang kertas skenario Tuhan. Kadang aku berharap bisa melihatnya, mungkin hanya sekedar untuk bercakap-cakap atau bernegosiasi dengannya. Sebab rupanya selama ini hanya dia yang bisa melihatku, mengetahui keberadaanku, sementara tidak sebaliknya. Memang sedikit terdengar tidak adil, tapi sudahlah!
Tuhan, kalau tiba giliranku untuk bertemu dengan Tuan Izrail, aku ingin berdoa sejenak sebagai salam perpisahanku.
"Tuhan, aku bukanlah pemuda yang baik, tetapi apabila ada beberapa kebaikan yang pernah aku kerjakan, dan jika itu memang pantas diberi pahala, ambilah pahalaku! Jika boleh, aku ingin menukarnya dengan kebahagiaan lain untuk kedua orang tuaku, keluargaku, dan orang-orang yang selama ini menyayangiku maupun membenciku. Sayangilah mereka, bahagiakanlah mereka!"
Semoga kau mendengar dan mengabulkan doaku :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar