Menjadi seorang pelajar haruslah kritis. (Bapak Sihabudin Arif)
Kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari
beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan
sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan masalah tersebut.
Pak Sihab adalah salah satu guru produktif di sekolahku, ia selalu memberikan wejangan-wejangan bermanfaaat untuk memotivasi murid-muridnya agar menjadi pelajar yang kritis. Kritis bukan berarti harus selalu mengkritik pejabat pemerintahan dan lain sebagainya. Sikap kritis dapat dibangun mulai dari lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
Sayangnya aku terlahir sebagai pemuda pendiam, namun aku yakin bahwa kritis bukan hanya tertuang lewat petuah-petuah yang membuat hati tersayat perih. Aku mengapresiasi sikap kritis lewat racauan-racauan yang aku tulis pada blog pribadiku yang menurut bebagian orang dibilang 'ngga penting' karena alasan klise dan juga ngga terlalu keren buat mereka.
Namun, aku selalu berusaha untuk bersikap kritis bagaikan Plato. Aku selalu berusaha untuk terbebas dari labirin pemikiran dangkalku. Berfikir secara mengakar seperti andromeda. Mentla'ah otak kanan melalui rumus Vektor. Kritis boleh, asalkan jangan rasis.
Racauan ini memang tidaklah penting, maka dari itu abaikan saja!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar